Minim UKS di Sekolah, DPRD Kaltim Nilai Perlindungan Kesehatan Siswa Masih Lemah

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud

Infonusa.co, Samarinda – Aktivitas belajar mengajar di sekolah sering kali berjalan tanpa disadari adanya risiko kesehatan yang bisa muncul sewaktu-waktu. Dari siswa yang mendadak sakit, cedera ringan saat berolahraga, hingga kondisi darurat sederhana, semua membutuhkan penanganan awal yang cepat dan layak.

Namun di banyak sekolah di Kalimantan Timur, fasilitas dasar untuk kebutuhan tersebut masih belum tersedia secara merata. Kondisi ini menjadi perhatian Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, yang menilai keberadaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) masih belum menjadi perhatian serius, terutama di wilayah pinggiran dan daerah terpencil.

Menurut Hasanuddin, tidak sedikit sekolah yang menjalankan aktivitas pendidikan tanpa dukungan ruang UKS yang memadai, bahkan ada yang sama sekali tidak memilikinya. Situasi ini membuat penanganan awal terhadap siswa yang mengalami gangguan kesehatan menjadi tidak optimal.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Tapi faktanya, masih banyak yang belum memiliki fasilitas kesehatan dasar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa UKS bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari sistem perlindungan peserta didik. Tanpa UKS, sekolah berisiko kewalahan ketika menghadapi kondisi darurat sederhana yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat.

Karena itu, Hasanuddin mendorong pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota untuk menjadikan penyediaan UKS sebagai bagian dari prioritas pembangunan sektor pendidikan. Menurutnya, fasilitas UKS tidak harus mewah, namun harus fungsional, mudah diakses, dan dilengkapi sesuai kebutuhan dasar siswa.

“Yang penting UKS itu tersedia dan bisa digunakan. Fungsinya jelas untuk keselamatan dan kesehatan siswa,” katanya.

Ia meyakini pemerataan UKS akan berdampak langsung pada meningkatnya rasa aman di lingkungan sekolah, sekaligus mendukung proses belajar yang lebih baik. Dengan kondisi fisik siswa yang terjaga, kualitas pendidikan pun diyakini akan ikut meningkat.

“Pendidikan yang baik harus berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan anak,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen
DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak
Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan
DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim
Data Aset Pemkot Samarinda Masih Misterius, DPRD: Jangan Sampai Baru Ribut Pas Ada Sengketa Tanah!
Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta
Parkir Pembeli Meluber ke Jalan Juanda, DPRD Samarinda Ingatkan Pengusaha Wajib Siapkan Lahan Parkir
Godok Raperda TBC dan HIV/AIDS, DPRD Samarinda Siapkan Aturan untuk Libatkan Warga secara Masif
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:55 WIB

Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

Berita Terbaru