Meluasnya Penyakit DBD di Kaltim, Damayanti Dorong Pencegahan Lewat Program Berkelanjutan

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Infonusa.co, Samarinda — Hingga Mei 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 2.210 kasus Demama Berdarah (DBD) yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota, Kalimantan Timur (Kaltim), dengan Kota Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus DBD terbanyak (602 kasus), hingga menyebabkan 1 orang meninggal dunia.

Melihat angka yang tinggi itu, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Damayanti, menyerukan kepada Dinas Kesehatan untuk mengambil tindakan konkret dalam mencegah penyebaran kasus DBD semakin meluas di Wilayah Kaltim.

DBD sendiri, kata dia, merupakan penyakit yang tiap tahun ada dan penyebaran bisa berpotensi melebar secara cepat. Apalagi saat waktu pergantian musim yang tidak terduga.

“Penyakit ini datang setiap tahun, artinya kita sudah tahu polanya. Ketika cuaca mulai berganti dari musim hujan ke kemarau, seharusnya sudah ada antisipasi sejak dini,” ucap Damayanti.

Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana namun penting dalam menekan angka penyebaran penyakit.

“Ini soal kebersamaan. Masyarakat harus diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan tentu punya peran strategis, tapi masyarakat juga harus ambil bagian,” jelasnya.

Damayanti berharap upaya promotif dan preventif bisa diperkuat agar kasus DBD tidak terus meningkat setiap tahun.

“Saya harap adanya program berkelanjutan yang dapat melibatkan masyarakat dalam pencegahan penyakit ini, dan tidak hanya mengandalkan penyuluhan dan voging saja,” tutupnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru