Melihat Ketidakadilan Pembayaran Pajak, Guntur Desak Perusahaan Tambang yang Beroperasi Agar Kooperatif

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Guntur, mengangkat isu ketimpangan fiskal yang selama ini membebani daerah, khususnya terkait minimnya kontribusi pajak dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kaltim.

Dirinya menyoroti praktik banyak korporasi yang mengeksploitasi sumber daya lokal namun justru menyetor pajak kendaraan dan alat berat ke provinsi lain. Kondisi ini, menurutnya, memperparah ketidakadilan fiskal di tengah beban infrastruktur yang terus meningkat akibat aktivitas industri, terutama kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan bermuatan besar.

Guntur mendesak adanya langkah korektif yang tegas agar potensi penerimaan daerah tidak terus bocor. “Banyak kendaraan operasional perusahaan berplat luar daerah seperti B atau L, padahal setiap hari mereka menggunakan jalan-jalan di Kaltim. Ini tidak adil,” ujar Guntur.

Guntur meminta perusahaan untuk menunjukkan itikad baik dengan melakukan balik nama kendaraan ke pelat KT (Kalimantan Timur) agar pajak yang dibayarkan dapat masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bagi Guntur, hal ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal komitmen sosial dan ekonomi terhadap daerah tempat perusahaan beroperasi.

“Kami mendorong agar mereka berkontribusi lebih adil. Pajak kendaraan itu nantinya digunakan untuk memperbaiki jalan-jalan yang mereka lalui setiap hari. Jadi logikanya, yang merusak ya ikut bertanggung jawab memperbaiki,” tegas legislator asal Kutai Kartanegara itu.

Guntur juga mengungkapkan rencana Komisi II untuk bekerja sama lebih intensif dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim dalam melakukan kunjungan lapangan dan audit langsung terhadap aset-aset perusahaan, termasuk alat berat yang belum terdata.

“Kita tidak ingin hanya melihat laporan di atas kertas. Kami ingin turun langsung dan pastikan potensi pajak benar-benar tergarap,” ujarnya.

Selain potensi pajak kendaraan, ia menyebut bahwa alat berat yang selama ini jarang terpantau juga merupakan sumber pendapatan besar yang belum digali maksimal.

Guntur, diakhir pernyataannya berharap pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan dapat lebih cepat dilakukan tanpa harus menunggu suntikan dana pusat.

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru