Maraknya Kekerasan di Sekolah Jadi Alarm, DPRD Kaltim Dorong Perlindungan Anak Diperkuat

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak justru masih diwarnai berbagai kasus kekerasan. Mulai dari perundungan hingga pelecehan, persoalan ini kembali menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan di Kalimantan Timur.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai maraknya kekerasan terhadap anak tidak bisa dipandang sebagai kasus insidental semata. Dampaknya, kata dia, dapat meninggalkan luka psikologis jangka panjang dan berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi masa depan.

“Kalau kekerasan dibiarkan, anak kehilangan rasa aman, motivasi belajar menurun, dan itu akan berimbas pada kualitas SDM kita ke depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika generasi mudanya tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi. Sebaliknya, tanpa perlindungan yang kuat, potensi tersebut justru dapat berubah menjadi beban sosial.

Agusriansyah menekankan pentingnya penguatan mitigasi melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Menurutnya, sekolah harus benar-benar menjadi tempat yang aman, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut bagi peserta didik.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter, bukan tempat trauma. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perlunya kejelasan peran antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan kasus tidak terhambat oleh tumpang tindih kewenangan. Sistem pelaporan yang mudah diakses serta pengawasan yang konsisten dinilai krusial untuk mencegah kasus berulang.

Agusriansyah berharap langkah pencegahan dan penanganan kekerasan anak di lingkungan pendidikan dapat diperkuat secara nyata, sehingga anak-anak Kaltim dapat tumbuh dengan rasa aman dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Perlindungan anak tidak boleh ditunda. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kita menyelamatkan masa depan mereka,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Jumat, 4 September 2026 - 16:57 WIB

Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda

Berita Terbaru