Makmur Sebut Elektrifikasi Desa Jadi Fondasi Pemerataan Pembangunan di Kaltim

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK

Infonusa.co, Samarinda – Listrik kini tak lagi menjadi kemewahan bagi sebagian besar desa di Kalimantan Timur. Kehadiran jaringan energi hingga ke wilayah terpencil dinilai sebagai penanda bahwa pembangunan mulai bergerak lebih merata dan menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Makmur HAPK, menilai perluasan akses listrik merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam layanan energi. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga desa.

“Sekarang listrik sudah bisa masuk sampai ke desa-desa. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar memberi perhatian,” ungkapnya.

Makmur menjelaskan bahwa program elektrifikasi dijalankan melalui perencanaan jangka panjang dan tidak dilakukan secara instan, mengingat listrik merupakan kebutuhan vital yang berdampak langsung pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti peran Program Listrik Desa (LISDES) yang digagas Kementerian ESDM bersama PLN dalam menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Untuk daerah yang belum memungkinkan tersambung jaringan utama, solusi energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal menjadi pilihan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga kurang mampu, agar akses energi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi benar-benar inklusif.

Makmur mengakui bahwa dari sisi ekonomi, pembangunan jaringan listrik ke daerah terpencil kerap tidak menguntungkan. Jarak yang jauh dan jumlah pelanggan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.

“Kadang untuk puluhan rumah saja, jalur yang dibangun bisa puluhan kilometer. Secara hitungan bisnis jelas berat,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan manfaat sosial dari elektrifikasi jauh lebih besar. Listrik membuka akses pendidikan yang lebih baik, mendukung penggunaan teknologi pembelajaran, serta meningkatkan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di desa.

Namun ia juga mengingatkan bahwa masih ada beberapa sekolah di wilayah tertentu yang belum mendapatkan pasokan listrik secara optimal, sehingga perlu menjadi perhatian lanjutan pemerintah.

“Dulu di kampung saya sendiri, sulit membayangkan listrik bisa masuk. Sekarang sudah terwujud. Ini patut diapresiasi dan harus terus dilanjutkan,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB