Lawan Arus Platform Luar, Abdul Giaz Usul Model Milik Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah arus deras dominasi aplikasi transportasi daring nasional, suara berbeda datang dari timur. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdul Giaz, melontarkan ide yang tak biasa: membangun sistem transportasi digital yang dimiliki oleh rakyat, bukan oleh korporasi raksasa.

“Selama ini kita hanya jadi pasar, pengguna, penumpang tanpa kuasa atas sistem. Sekarang waktunya Kaltim duduk di balik kemudi,” tegasnya.

Gagasan Giaz bukan sekadar kritik, tapi ajakan untuk membuat platform transportasi lokal berbasis koperasi atau komunitas. Dalam model ini, warga bisa menjadi pemilik, pengelola, dan bahkan inovator dari platform itu sendiri. Jadi bukan hanya mengantar penumpang, para pengemudi juga ikut menikmati hasil bisnisnya.

“Ini soal distribusi keadilan digital. Kita punya sopir, kita punya penumpang, kita punya kota. Kenapa aplikasinya harus dimiliki orang lain?” sindirnya tajam.

Lebih jauh, Giaz menawarkan pendekatan yang kontekstual. Aplikasi lokal bisa mengakomodasi kondisi unik Kaltim dari integrasi moda sungai, navigasi area tambang, hingga fitur e-wallet lokal. Bahkan UMKM lokal bisa terlibat dalam sistem logistiknya.

Bagi Giaz, ketergantungan pada platform luar bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kedaulatan. “Kalau data, keuntungan, dan arah sistemnya semua dikendalikan dari pusat, kita hanya jadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi digital,” katanya.

Guaz menyebut ini sebagai bentuk “ekonomi ekstraktif versi digital”, di mana sumber daya manusia dan data diserap dari daerah, tapi nilai tambahnya mengalir keluar.

Namun, Dirinya optimistis, Kaltim punya semua bahan untuk memulai anak muda yang kreatif, kebutuhan transportasi yang unik, dan semangat membangun dari bawah.

“Digitalisasi itu bukan cuma aplikasi. Ini soal siapa yang pegang kendali. Kita bisa bangun dari, oleh, dan untuk rakyat. Kalau ada kemauan politik, ini bukan mimpi,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru