Langkanya Gas Elpiji, DPRD Samarinda Akan Lakukan Sidak

- Jurnalis

Kamis, 6 Juni 2024 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Kelangkaan gas elpiji 3 kg semakin meresahkan Masyarakat Kota Samarinda. Antrean panjang di pangkalan penyalur gas dan keluhan dari masyarakat terus meningkat.

Mengenai hal tersebut Anggota Komisi II (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah, menyampaikan bahwa Disdag (Dinas Perdagangan) Kota Samarinda belum efektif dalam mengontrol distribusi gas elpiji sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Disdag selalu memberi suatu inovasi bahwa akan diinventarisir siapa saja yang bisa menerima, tapi sampai sekarang kita tidak tahu mana yang berhak menerima,” ujarnya.

Ia menilai, masalah utama adalah kurangnya pengaturan dalam penyaluran gas elpiji. Saat gas tiba, masyarakat langsung mengambilnya tanpa pengaturan yang jelas, karena tidak ada tanda pengenal khusus untuk penerima yang berhak.

“Saat gas elpiji datang, sudah berbondong-bondong orang mengambil sehingga kita tidak bisa mengatur karena mereka tidak punya tanda pengenal. Artinya tidak terdistribusi sesuai dengan tanda pengenal atau peruntukan,” jelas Laila.

Gas elpiji subsidi seharusnya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan batasan satu rumah satu tabung, namun dalam kenyataannya banyak pedagang seperti penjual nasi goreng dan warung-warung yang seharusnya tidak memanfaatkannya justru menggunakan gas tersebut.

“Harusnya yang warga miskin satu rumah satu tabung, tetapi mereka yang menggunakan malah yang jual nasi goreng, warung-warung yang seharusnya mereka tidak boleh,” ucapnya.

Laila juga menyoroti kurangnya pengawasan dari Dinas Perdagangan terhadap penggunaan tabung gas oleh rumah makan yang seharusnya tidak menggunakan gas elpiji subsidi.

“Artinya satu yang dikeluarkan oleh Dinas Perdagangan bahwa mereka akan mengontrol rumah makan yang seharusnya tidak menggunakan tabung melon tidak pernah dilaksanakan,” tegasnya.

Masalah kelangkaan gas elpiji juga ini menyebabkan panic buying di masyarakat Samarinda, dengan agen-agen lebih memilih untuk menjual ke luar daerah karena harga yang terbilang lebih tinggi.

“Agen-agen ini terkadang mereka lebih mengutamakan untuk yang luar karena harganya pengawasan lagi. Tapi InsyaAllah kami rencananya mau memanggil dalam hal ini Dinas dan Pertamina juga terkait dengan hari ini. Rencananya sih tadinya mau sidak,” ungkapnya.

Akhir Laila, demi penyelesaian cepat, DPRD Kota Samarinda berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk memastikan kebenaran berita kelangkaan elpiji dan melihat langsung situasi di lapangan (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru