Kurangnya Ruang Terbuka Hijau Kota Samarinda Akibat Tata Ruang yang Beralih Fungsi

- Jurnalis

Senin, 25 Maret 2024 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Samarinda saat ini belum memenuhi target sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebab banyaknya wilayah RTH yang terpakai untuk dijadikan sebagai lahan bisnis.

Pasalnya hal ini diatur dalam UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang yang secara tegas menentukan bahwa proporsi RTH kota minimal 30 % dari luas wilayah.

Menyikapi hal tersebut Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca memberikan penjelasannya terkait pengelolaan RTH di Kota Samarinda yang kurang maksimal karena banyaknya lahan bisnis tadi yang dibangun pada kawasan RTH.

“Banyak yang berjalan sebenarnya untuk wilayah Ruang Terbuka Hijau, tapi wilayah tata ruangnya beralih fungsi jadi pengelolaan bisnis” jelasnya Markaca, pada Senin (25/03/2024).

Dirinya juga melihat dalam persoalan alih fungsi tersebut dapat dinetralisir, namun prosesnya tidak bisa sekaligus. Salah satu contohnya daerah resapan yang di bangun mini soccer.

Lanjutnya, Pemerintah Kota saat ini berusaha mengurangi banjir sementara ada oknum yang hanya mengurusi kepentingan pribadinya. Sedangkan, biaya yang dibutuhkan untuk daerah resapan itu terbilang besar.

“Menetralisirnya itukan harus sepenggal gak boleh langsung semua, karena itu bertabrakan semuanya kan contoh daerah resapan yang mau di bangun mini soccer itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut berharap kepada para pengusaha juga harus berperan aktif membantu penerapan RTH di Kota Samarinda.

Markaca menyebutkan bahwa RTH tersebut masih dalam konsep pembenahan. Menurutnya RTH harus dibangun sesuai dengan peruntukannya dan jangan sampai di alih fungsikan.

“Nah sebenarnya para pengusaha juga harus berperan aktif membantu. Ruang Terbuka Hijau ini kan masih dalam konsep pembenahan semua supaya sesuai dengan peruntukan,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 326 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru