Kurangnya Pemahaman Masyarakat, Ananda Minta Sosialisasi GratisPol Diperluas

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis

Infonusa.co, Samarinda — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyoroti minimnya pemahaman masyarakat terhadap program pendidikan unggulan Pemprov Kaltim, yakni GratisPol.

Ananda juga menegaskan perlunya pemerataan sosialisasi agar manfaat program tersebut benar-benar bisa diakses secara luas.

“Program GratisPol sebenarnya punya potensi besar. Tapi kalau warga tidak paham cara mengaksesnya, yang terjadi bukan keadilan pendidikan, tapi malah ketimpangan informasi,” ucap Ananda.

Ia mengungkapkan, dalam sejumlah kunjungan ke daerah, masih banyak warga yang belum memahami perbedaan GratisPol dengan program Beasiswa Kaltim Tuntas yang lebih dulu dikenal masyarakat. Kurangnya informasi menyebabkan kebingungan dalam hal prosedur pendaftaran, kriteria penerima, hingga jenis bantuan yang diberikan.

“Ini bukan sekadar ganti nama atau skema. Kita bicara nasib pelajar di pelosok, yang mungkin tidak punya akses internet atau informasi dari dinas. Kalau sosialisasinya tidak masif dan merata, maka yang tahu duluan akan lebih diuntungkan,” tambahnya.

Ananda menekankan bahwa kesuksesan sebuah program tidak cukup hanya dengan alokasi anggaran besar, melainkan juga ditentukan oleh sejauh mana program itu menjangkau dan tepat sasaran.

“GratisPol ini harus jadi alat pemerataan pendidikan, bukan malah menimbulkan jurang baru antara yang tahu dan yang tidak. Edukasi publik itu wajib hukumnya dalam kebijakan sebesar ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, program GratisPol memiliki alokasi anggaran hingga Rp795 miliar, mencakup bantuan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga pascasarjana. Namun, Ananda menilai bahwa angka tersebut harus dibarengi dengan perbaikan sistem dan strategi komunikasi agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru Kaltim.

“Jangan sampai yang jauh dari pusat informasi jadi kelompok yang tertinggal. Kita ingin semua anak Kaltim punya kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas,” pungkasnya.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB