Kurangnya Pelatihan di SMK Dianggap Agusriansyah Riduan Jadi Sebab Tingginya Angka Pengangguran 

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan,

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan,

Infonusa.co, Samarinda – Pengangguran kerap kali menjadi isu Nasional dan menjadi permasalahan. Hal tersebut tidak luput dari lulusan sekolah maupun universitas yang belum mendapatkan pekerjaan untuk dirinya.

Selarasa dengan itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, menyoroti berbagai persoalan krusial yang masih dihadapi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah. Salah satunya adalah keterbatasan ruang kelas baru (RKB) dan belum terpenuhinya fasilitas workshop sesuai dengan jurusan yang ada.

“Kita temukan masih banyak SMK yang kekurangan RKB, bahkan yang lebih krusial adalah belum adanya workshop yang sesuai dengan kompetensi jurusan. Padahal kita tahu SMK disiapkan untuk mencetak sumber daya manusia siap pakai dalam waktu singkat,” jelas Agusriansyah.

Dirinya mencontohkan, bagaimana jurusan otomotif akan sulit berkembang bila tidak memiliki workshop otomotif sebagai tempat praktik utama. Ketiadaan fasilitas ini menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya kompetensi lulusan SMK yang pada akhirnya berkontribusi pada tingginya angka pengangguran dari lulusan sekolah kejuruan.

Menurutnya, ada dua penyebab utama mengapa SMK menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar. Pertama, kompetensi yang diuji di sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri karena tidak didukung sarana praktik yang memadai.

Kedua, belum adanya perjanjian kerja sama yang konkret antara Dinas Pendidikan, SMK, dan pihak industri (korporasi).

“Harus ada kerja sama yang jelas dan terstruktur antara pihak pendidikan dan dunia usaha. Misalnya, melalui perjanjian yang mengatur persentase kebutuhan tenaga kerja dari lulusan SMK, sehingga spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dipersiapkan sejak awal,” paparnya.

Agusriansyah menekankan pentingnya kerja sama tersebut bersifat saling menguntungkan, terutama bagi pihak industri. Dengan begitu, perusahaan dapat melihat potensi lulusan SMK secara langsung melalui praktik kerja lapangan yang sesuai kebutuhan mereka.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Peningkatan fasilitas SMK dan pembentukan kerja sama dengan perusahaan adalah kunci agar distribusi lulusan SMK bisa lebih pasti dan terserap ke dunia kerja secara optimal,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru