Kunjungi Warga yang Terdampak BBM Oplosan, Abdul Giaz Minta Pertamina Uji Lab

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz.

Infonusa.co, Samarinda – Pasca terungkapnya kualitas dari Bahan Bakar Minyak (BBM) yang didistribusikan Pertmina yang ternyata bahan tersebut semua telah dioplos. Sehingga daripada itu, banyaknya masyarakat terdampak akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab tersebut. Fakta itu semakin kuat setelah banyaknya kendaraan dari masyarakat banyak mengalami kejanggalan yakni brebet.

Melihat persoalan yang ada, Anggota komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Abdul Giaz, melakukan investigasi langsung dengan mendatangi beberapa korban yang mengalami kendaraan tersendat.

Diinformasikan, dirinya banyak menerima laporan dari masyarakat dari media sosial terkait dugaan BBM yang dioplos sehingga menyebabkan kendaraan tersendak.

“Kita sudah ambil sampel untuk segera diuji laboratorium. Secepatnya, kita akan gelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan pihak Pertamina,” tuturnya di video yang memperlihatkan dirinya sedang mengunjungi salah satu warga.

Dalam kunjungannya, terlihat Abdul Giaz langsung mengambil sampel BBM yang di duga menyebabkan motor tersendak. Dari BBM tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik BBM, baik dari segi warna maupun bau.

“Baunya beda, warnanya keruh. Makanya, kita dorong uji lab untuk memastikan kualitas BBM ini. Ini permintaan masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut, sampel BBM tersebut akan di lakukan pengujian laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti permasalahan tersebut.

“Setelah ini langsung kita bawa ke Pertamina. Jangan sampai masyarakat Kaltim terus dirugikan,” terangnya.

Adanya BBM oplosan ini menjadi perhatian publik sehingga diharapkan hasil uji laboratorium dapat mengungkapkan apakah BBM tersebut mengandung zat yang berbahaya terhadap mesin kendaraan masyarakat. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru