Kontroversi Impor Pakaian Bekas (Thrifting) Memunculkan Persaingan di Industri UMKM

- Jurnalis

Rabu, 8 November 2023 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilustrasi thrifting (infonusa.co/ho)

Foto : ilustrasi thrifting (infonusa.co/ho)

Infonusa.co, SAMARINDA – Wacana larangan impor pakaian bekas atau thrifting yang diusulkan oleh pemerintah pusat telah menciptakan kontroversi, termasuk di Kota Tepian,

Menurut Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah bisnis pakaian bekas masih terus berkembang, baik secara offline maupun online. Ia mengakui bahwa kompetisi di pasar saat ini sangat ketat, dan para pelaku UMKM harus aktif bersaing, terutama di media sosial, untuk mempromosikan produk mereka.

“Mereka harus bersaing di media sosial ketika mempromosikan produknya,” jelas Laila, Rabu (8/11/2023).

Laila juga menyoroti pentingnya kualitas produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha UMKM. Menurutnya, hanya dengan menjaga kualitas, mereka dapat mempertahankan minat konsumen terhadap produk-produk mereka.

“Kualitas produk menjadi faktor kunci, dan mereka perlu memikirkan bagaimana untuk mempromosikan produk mereka, jangan sampai kalah dalam persaingan,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan influencer dalam promosi produk bisa menjadi langkah cerdas. Dengan cara ini, pelaku usaha UMKM dapat memanfaatkan kekuatan pemasaran media sosial untuk meningkatkan visibilitas produk mereka dan memenangkan persaingan.

Ia juga berpendapat bahwa penting bagi pelaku UMKM di sektor pakaian untuk tetap relevan dalam pasar yang semakin kompetitif dan terus berubah. Dengan strategi yang tepat dan fokus pada kualitas, mereka dapat tetap bersaing di tengah perkembangan industri yang dinamis.

“Tinggal mereka bagaimana mengundang influencer untuk mempromosikan produk mereka jangan sampai kalah kalau menurut saya,” pungkasnya. (Mr/adv)

Berita Terkait

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania
Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas
Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu
DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”
Sekolah Rakyat Hadir di Samarinda, DPRD Apresiasi Langkah Progresif untuk Pendidikan Inklusif
DPRD Samarinda Ingatkan Pengembangan Sekolah Unggulan di Loa Bakung Tidak Timblkan Batas Sosial
DPRD Samarinda Soroti Tambahan Anggaran Terowongan Selili, Temukan Longsor Tak Terdeteksi Studi Awal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:07 WIB

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:04 WIB

Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:56 WIB

Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Kamis, 24 Juli 2025 - 16:59 WIB

Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:53 WIB

DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”

Berita Terbaru