Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemprov Percepat Penguatan Struktur Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Infonusa.co, Samarinda – Dinamika ekonomi global yang semakin tidak menentu dinilai mulai memberi tekanan nyata terhadap perekonomian Kalimantan Timur. Komisi II DPRD Kaltim memandang kondisi ini sebagai sinyal kuat bahwa daerah tidak bisa lagi mengandalkan pola pertumbuhan lama yang bertumpu pada komoditas primer.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyebut perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini bersifat berlapis. Selain penurunan harga komoditas tambang, melemahnya pasar ekspor serta kebijakan pengetatan fiskal dari pemerintah pusat ikut mempersempit ruang gerak daerah.

“Tekanannya datang dari banyak sisi. Bukan hanya sektor tambang, tapi juga ekspor dan fiskal daerah yang ikut terdampak,” ungkapnya.

Ia menilai situasi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk segera melakukan penyesuaian arah pembangunan ekonomi. Ketergantungan pada sektor berbasis sumber daya alam mentah, menurutnya, semakin berisiko di tengah fluktuasi pasar global yang sulit diprediksi.

Firnadi mendorong agar sektor-sektor non-komoditas mulai ditempatkan sebagai penyangga utama ekonomi daerah. Penguatan sektor hilirisasi, agroindustri, perikanan, hingga industri pengolahan dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan yang lebih stabil.

“Ekonomi yang kuat tidak dibangun dari satu sektor saja. Kita perlu memastikan ada sektor lain yang mampu bertahan ketika pasar global bergejolak,” jelasnya.

Selain diversifikasi sektor, ia juga menyoroti peran Perusahaan Daerah atau Perseroda yang dinilai belum optimal. Menurut Firnadi, badan usaha milik daerah seharusnya didorong masuk ke sektor-sektor produktif yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar jangka panjang.

“Perseroda tidak boleh hanya berjalan administratif. Mereka harus hadir sebagai penggerak ekonomi dan mampu menangkap peluang usaha yang relevan,” ujarnya.

Di sisi lain, Firnadi menyebut penyusutan Transfer ke Daerah (TKD) harus dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas belanja pemerintah. Efisiensi anggaran dinilai penting, namun tidak boleh mengorbankan program-program prioritas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika fiskal mengetat, yang dibutuhkan bukan sekadar pemotongan anggaran, tapi pengelolaan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi hasil,” tegasnya.

Ia optimistis Kalimantan Timur memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk beradaptasi, selama transformasi dilakukan secara konsisten dan terintegrasi antar sektor.

“Kalau penguatan ekonomi dilakukan sejak sekarang, Kaltim akan lebih siap menghadapi tekanan global di masa depan,” pungkasnya.

 

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru