Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Beri Respon Terhadap Rencana Penghapusan Skripsi

- Jurnalis

Sabtu, 11 November 2023 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (foto: infonusa.co)

Foto : Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (foto: infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Rencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI terkait penghapusan kewajiban skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa mendapat dukungan dari beberapa pihak. Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bersifat opsional, memberikan kebebasan kepada perguruan tinggi.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, memberikan dukungan terhadap kebebasan ini namun juga mengekspresikan kekhawatiran terkait produktivitasnya. Puji menyatakan bahwa penyusunan skripsi cenderung kurang produktif, terutama dengan maraknya penggunaan jasa pembuatan skripsi oleh mahasiswa.

“Mungkin maksud dari Mendikburistek ingin mengganti skripsi dengan lain yang lebih agar lebih produktif. Tetapi kadang skripsi juga dikerjakan orang lain. Itu membuat mahasiswa tidak siap untuk turun pada dunia kerja,” jelas Puji, Jumat (11/10/2023).

Dirinya meyebutkan bagwa seharusnya ada terobosan baru di seluruh kampus bagi anak didiknya agar dapat meningkatkan kualitas maahasiswanya.

“Karena bekal mereka mahasiswa itu setelah lulus dan siap terjun ke masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Pasti ada cara lebih produktif dan lebih efektif yang membuat mahasiswanya siap bekerja,” tutupnya.

Berita Terkait

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania
Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas
Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu
DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”
Sekolah Rakyat Hadir di Samarinda, DPRD Apresiasi Langkah Progresif untuk Pendidikan Inklusif
DPRD Samarinda Ingatkan Pengembangan Sekolah Unggulan di Loa Bakung Tidak Timblkan Batas Sosial
DPRD Samarinda Soroti Tambahan Anggaran Terowongan Selili, Temukan Longsor Tak Terdeteksi Studi Awal
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:07 WIB

Deni Desak Evaluasi Sistem Drainase dan Kolam Retensi di Perumahan Bukit Mediterania

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:04 WIB

Sebut Adanya Ketimpangan Dana Pendidikan, Wilayah Pinggiran Dinilai Anhar Kurang Jadi Prioritas

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:56 WIB

Novan Desak Regulasi Perlindungan Guru, Soroti Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Kamis, 24 Juli 2025 - 16:59 WIB

Novan Sebut Minimnya Ambulans Puskesmas, Minta Pemkot Susun Sistem Layanan Darurat yang Terpadu

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:53 WIB

DPRD Samarinda Soroti Pendekatan Proyek dalam Penataan Kawasan Kumuh: “Warga Harus Jadi Mitra, Bukan Penonton”

Berita Terbaru