Ketua DPRD Kaltim Soroti Tingginya SILPA 2023

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 02:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud (ist)

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud (ist)

Infonusa.co, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, mengkritisi tingginya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai lebih dari Rp 6 triliun pada akhir tahun anggaran 2023.

“Silpa yang besar ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan dengan baik. Ini jelas menunjukkan ada masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang harus segera diperbaiki,” tegasnya.

Ia menilai bahwa program-program yang direncanakan dalam visi-misi pemerintah, serta yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), harus lebih terarah dan terukur.

Besarnya angka Silpa, menurutnya, mencerminkan banyaknya program yang belum berjalan optimal dan adanya ketidakefektifan dalam kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Perencanaan dan eksekusi program harus lebih matang. Banyak program yang tidak berjalan maksimal, ini jelas menunjukkan bahwa evaluasi kinerja SKPD perlu dilakukan dengan serius,” imbuh Hamas.

Hamas menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah agar anggaran yang telah dialokasikan dapat digunakan secara optimal.

Dirinya mengingatkan bahwa pemerintah perlu memperbaiki sistem perencanaan dan pengawasan keuangan yang ada.

“Anggaran yang sudah disetujui dalam APBD seharusnya bisa terealisasi dengan baik. Masyarakat sudah menaruh harapan besar, dan kami di DPRD akan terus mengawasi agar anggaran ini bisa dimanfaatkan dengan tepat,” ucapnya.

Dirinya juga berharap pemerintah daerah segera mengatasi persoalan ini agar kasus Silpa besar tidak terus berulang di masa depan.

“Semoga pengelolaan keuangan daerah dapat lebih ditingkatkan pada periode kepemimpinan Gubernur Kaltim 2025-2030 mendatang,” tutupnya.
(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim).

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB