Infonusa.co, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat tantangan besar tentang pendirian Sekolah rakyat pada wilayah terpencil yang dinisiasi oleh Kementerian Sosial RI. Kaltim yang memiliki 10 Kabupaten/Kota, diketahui hanya ada 1 daerah yang siap dalam menjawab tantangan tersebut, yakni Kota Samarinda.
Menyikapi persoalan itu, Lembaga legislatif Kaltim memberi pandangannya melalui Anggaota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Darlis Pattalongi. Darlis menyebut, bahwa dengan ketimpangan sektor pendidikan yang ada di Kaltim, dirasa untuk seluruh Kabupaten/kota juga harus menyatakan kesiapan.
“Kaltim miliki 9 daerah yang masih belum untuk menjalan sekolah rakyat, dan baru kota Samarinda yang siap. Ini harus menjadi perhatian serius untuk kita semua,” kata Darlis.
Darlis menyerukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim perlu untuk menyokong percepatan kesiapan dari sisa daerah di Kaltim yang belum siap menjalankan program tersebut.
Baginya, Sekolah Rakyat merupakan solusi jangka panjang untuk meningkatkan pendidikan dan menampung anak anak yang ingin bersekolah pada kawasan daerah tertinggal di Kaltim.
“Sekolah rakyat dari Kemensos ini bukan hanya persoalan bangunan atau kurikulum. Ini bertujuan untuk anak-anak yang ingin bersekolah tapi tidak memiliki biaya yang cukup dan yang sekolahnya jauh dari kampung,” ucapnya.
Dengan adanya sekolah rakyat tersebut, Darlis harap Kemensos dan Kementrian Pendidikan dapat membuat kolaborasi yang apik, agar program tersebut dapat berjalan dengan optimal.
“Intinya kita semua berharap daerah lain dapat menunjukkan kesiapannya dan didampingi oleh pemprov Kaltim untuk memenuhi syarat yang dibutuhkan,” tutup Darlis. (San/Adv/DPRDKaltim)









