Kemunculan Covid-19 di Kaltim, Damyanti Himbau Kewaspadaan Dini

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Infonusa.co, Samarinda – Kabar kemunculan kembali dugaan kasus Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu kewaspadaan di kalangan legislatif daerah.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Damayanti, menilai situasi ini sebagai peringatan dini bahwa masyarakat dan pemerintah harus tetap sigap terhadap potensi ancaman kesehatan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesiapan sistem layanan kesehatan serta meningkatkan kembali kesadaran publik akan protokol pencegahan, agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi krisis seperti sebelumnya.

“Ini peringatan dini untuk kita semua. Jangan sampai kita terlena hanya karena pandemi kemarin sudah dinyatakan berakhir. Nyatanya, virusnya masih ada,” ucapnya.

Dugaan kasus ini mencuat setelah dua pasien yang dirawat di RSUD AWS Samarinda menunjukkan hasil reaktif dalam tes antigen Covid-19. Salah satu dari mereka kini dilaporkan telah sembuh dan dipulangkan, namun proses konfirmasi melalui PCR masih terus berjalan untuk memastikan status mereka secara medis.

Menurut Damayanti, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa pengalaman pahit selama pandemi 2020–2022 harus menjadi pelajaran berharga untuk menjaga kesiapsiagaan, baik di tingkat individu maupun kelembagaan.

“Meski kita sudah lebih siap sekarang, tetap saja kalau kita lengah, penyebarannya bisa terjadi lagi. Yang paling penting itu menjaga diri, kebersihan, pola makan sehat, dan kalau ada gejala, segera periksa,” ungkapnya.

Sebagai legislator yang membidangi urusan kesehatan, Damayanti juga mendorong Dinas Kesehatan untuk bergerak cepat dalam melakukan pelacakan kontak erat, edukasi masyarakat, serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap siaga.

“Kita tidak perlu panik, tapi harus bertindak cepat dan terkoordinasi. Pemerintah juga jangan tutup-tutupi informasi. Lebih baik terbuka supaya masyarakat paham dan siap,” pintanya tegas.

Damayanti juga mengajak warga untuk tetap disiplin dalam menerapkan kebiasaan bersih dan sehat. Ia menekankan bahwa pandemi mungkin sudah berlalu, tetapi virus masih bisa berkembang kapan saja jika kewaspadaan menurun.

“Virus seperti ini kan tidak kelihatan, jadi pencegahannya ya kembali ke kita masing-masing. Jangan menunggu sakit dulu baru waspada,” tutup Damayanti. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru