Kematian Seorang Guru di Kimia Farma, Deni Harap Kasus ini dapat Titik Terang

- Jurnalis

Sabtu, 23 Maret 2024 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto : Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Ist)

Ket. Foto : Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Sudah sebulan berlalu, namun peristiwa ditemukannya mayat Bertha Mimi (56) di gudang Kimia Farma, Jalan Pangeran Hidayatullah masih belum dapat dipastikan pihak kepolisian hingga saat ini.

Diketahui kematian Bertha penuh dengan kejanggalan. Mulai dari ia dikabarkan menghilang pada 31 Januari lalu dan hingga akhirnya ditemukan tewas di dalam gudang Kimia Farma pada 18 Februari kemarin.

Hal tersebut direspon pula oleh sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Deni Hakim Anwar, ia menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita atas kejadian tersebut karena bagaimanapun yang meninggal tersebut adalah seorang guru.

Deni menegaskan, hal ini merupakan ranah hukum dari pihak berwajib artinya mereka sudah memiliki kode-kode etik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib mereka jalankan dalam menyelesaikan kasus tersebut.

“Saat ini proses hukum yang dilakukan oleh pihak berwajib sudah dilakukan dengan se-optimal mungkin dan pastinya kita semua berharap agar kasus ini bisa mendapatkan titik terang,” ucap Deni, pada Jumat (22/03/2024).

Dirinya melanjutkan, sebagai mitra kerja dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan Samarinda, menurutnya ini adalah dua hal yang berkaitan. Sebab kejadian ini terjadi di apotek yang merupakan fasilitas kesehatan dan kemudian yang meninggal dunia adalah seorang guru.

“Kejadian meninggalnya seorang guru yang terjadi di apotek Kimia Farma kita tidak mengetahui secara detail. Kepada pihak korban untuk dapat bersabar, serta kepada pihak Kimia Farma dan juga pihak kepolisian untuk dapat bekerjasama guna mengungkap motif kejadian tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Deni menyampaikan dalam melihat kasus ini pucuknya adalah hukum dan yang di kedepankan adalah asas praduga tak bersalah. Karena bagaimanapun jika berbicara melakukan pengungkapan kasus, ini kembali lagi harus diketahui masalahnya secara jelas dan harus dipahami secara utuh.

“Kita pastinya meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa membuka kasus ini secara terang benderang dan jangan sampai ada yang ditutup – tutupi,” tuturnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru