Kehamilan Usia Muda Picu Stunting, Andi Satya Dorong Edukasi Reproduksi

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 02:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (ist).

Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra (ist).

Infonusa.co, Samarinda – Kehamilan di usia muda menjadi salah satu tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak di Indonesia. Selain berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi pasangan muda, kehamilan dini berkontribusi signifikan terhadap tingginya angka stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyoroti kompleksitas masalah ini. Dirinya menekankan bahwa pasangan muda sering kali belum matang secara mental, sosial, dan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan anak dengan optimal.

“Usia yang terlalu muda dan kurangnya kesiapan dapat menyebabkan minimnya perhatian terhadap kebutuhan nutrisi dan kesehatan selama kehamilan. Hal ini meningkatkan risiko stunting, yang dampaknya bisa berlangsung seumur hidup,” ujar Andi tegas.

Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak masa awal kehidupan, menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang lebih siap secara ekonomi dan sosial.

Andi mengidentifikasi sejumlah faktor yang memperburuk situasi ini, seperti rendahnya kesadaran akan pentingnya nutrisi, kurangnya akses layanan kesehatan, dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Hal ini terutama dirasakan oleh pasangan muda yang sering kali belum memiliki pemahaman tentang pentingnya asupan gizi selama kehamilan.

“Kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga tanggung jawab bersama keluarga, terutama suami. Sayangnya, banyak pasangan muda belum siap secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin,” imbuhnya.

Andi Satya mendorong pentingnya edukasi reproduksi sejak dini, khususnya bagi remaja, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang dampak kehamilan dini. Dirinya menekankan perlunya integrasi pendidikan reproduksi dalam kurikulum sekolah untuk membantu remaja membuat keputusan yang lebih bijak terkait pernikahan dan kehamilan.

“Remaja harus tahu betul dampak jangka panjang dari kehamilan di usia muda. Edukasi ini dapat mencegah pernikahan dini dan memastikan mereka lebih siap secara fisik dan mental sebelum memasuki fase tersebut,” ihwalnya.

Selain edukasi, Andi juga menyerukan penguatan program kesehatan ibu dan anak, khususnya di daerah rawan stunting. Dirinya mengusulkan peningkatan akses layanan kesehatan, pemeriksaan kehamilan rutin, dan penyediaan makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi di daerah terpencil.

“Layanan kesehatan harus dapat diakses semua kalangan, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi sosial dan ekonomi rentan. Ini adalah investasi besar untuk masa depan bangsa,” tuturnya.

Andi juga menekankan perlunya edukasi tentang pentingnya asupan gizi yang tepat untuk ibu hamil. Dirinya menyoroti bahwa ketidaktahuan tentang nutrisi sering kali menjadi penyebab malnutrisi pada ibu hamil, yang berdampak langsung pada kesehatan janin.

“Zat besi, asam folat, protein, dan mikronutrien lainnya adalah kunci untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan,” jelasnya.

Melalui kerja sama antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, Andi berharap kesadaran tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya layanan kesehatan dapat meningkat.

“Generasi Indonesia yang sehat dan cerdas hanya bisa terwujud jika kita memberi perhatian lebih pada perawatan dan pola hidup yang baik sejak dini. Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatan mereka,” tandasnya.
(Ikhsan/Adv/DPRDKaltim).

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB