Kawasan Kumuh di Samarinda Masih Terlihat, Maswedi Minta Pemkot Fokus Beri Anggaran Besar di 2026

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist)

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Di tengah pesatnya pembangunan Kota Samarinda, wajah lain kota ini masih menyisakan potret kelam, yakni permukiman kumuh yang tersebar di beberapa wilayah, khususnya di kawasan Samarinda Kota dan Samarinda Ilir.

Kondisi ini memantik perhatian Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Maswedi, yang secara tegas meminta Pemerintah Kota untuk segera melakukan revitalisasi menyeluruh.

Dirinya menyuarakan keprihatinannya atas potensi bencana kebakaran dan penyebaran penyakit yang mengintai warga di kawasan tersebut. Bagi Maswedi, penataan kawasan kumuh bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang hak masyarakat untuk tinggal di lingkungan yang aman, sehat, dan layak huni.

“Contoh saat ini seperti revitalisasi Pasar Pagi yang menunjukkan kemajuan pembangunan Samarinda, namun jika adanya keberadaaan kawasan kumuh akan mengurangi dampak positifnya,” bebernya.

Lebih lanjut kata Maswedi, mendorong Pemkot Samarinda untuk lebih fokus menangani masalah kawasan kumuh tersebut. Khususnya Disperkim dan PUPR untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar pada tahun 2026 mendatang.

“Seperti relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai ruang terbuka dan kawasan bersih kota,” inginya.

Ironisnya, permukiman kumuh justru berada di pusat kota Samarinda, seperti Samarinda Ilir dan Samarinda Kota dengan kepadatan tinggi dan lingkungan yang semrawut.”Malahan kawasan kumuh banyak ditemukan di pusat kota,” papar Maswedi.

Maswedi mengungkapkan jika masalah kawasan kumuh terus diabaikan, maka dikhawatirkan menimbulkan ketimpangan pada kualitas perkembangan hidup masyarakat.

Maka dari itu pihak legislatif terus mendorong agar program revitalisasi kawasan kumuh dimasukkan dalam rencana prioritas pembangunan ke depan.

“Kolaborasi antarlembaga antara Disperkim dan PUPR dinilai sangat penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih layak dan tertata,” harapnya menutup. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Safari Subuh Kukar Buka Ruang Sinergi Masjid dan Program Pemerintah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:57 WIB