Kasus Kekerasan Anak Terus Muncul, DPRD Kaltim Dorong Penguatan Deteksi Psikososial Keluarga

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba

Infonusa.co, Samarinda – Rentetan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di berbagai daerah di Kalimantan Timur memunculkan keprihatinan mendalam. Di balik setiap peristiwa, tersimpan persoalan kompleks yang tidak selalu tampak di permukaan, mulai dari tekanan hidup hingga rapuhnya kondisi psikologis dalam keluarga.

Komisi IV DPRD Kaltim menilai fenomena ini tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian insidental. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menyebut meningkatnya kekerasan terhadap anak sebagai tanda bahwa sistem perlindungan dan pencegahan belum menyentuh akar persoalan.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kasus terbaru justru menempatkan orang tua sebagai pelaku, sebuah fakta yang menunjukkan adanya krisis serius dalam ketahanan psikososial keluarga.

“Ketika orang tua menjadi pelaku, itu berarti ada masalah mendalam yang tidak terdeteksi sejak awal,” kata Baba.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang berujung pada luka berat hingga kematian anak harus dibaca sebagai sinyal darurat. Tekanan ekonomi, konflik rumah tangga, kelelahan emosional, serta minimnya pemahaman pengasuhan kerap saling berkelindan dan menciptakan situasi berbahaya bagi anak.

Baba menilai selama ini penanganan kasus kekerasan anak masih terlalu bertumpu pada pendekatan hukum semata. Proses pidana memang penting, namun tanpa intervensi psikologis yang memadai, potensi kejadian serupa akan terus berulang.

“Banyak orang tua tidak dibekali kemampuan mengelola emosi dan tekanan hidup. Sayangnya, layanan kesehatan mental masih sulit dijangkau, terutama bagi keluarga rentan,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem deteksi dini masalah psikososial, termasuk memperluas akses konseling keluarga dan pendampingan psikologis. Selain itu, edukasi pengasuhan berbasis pemahaman perkembangan anak dinilai perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pola asuh keras yang diwariskan lintas generasi tidak lagi relevan dan justru berpotensi melahirkan kekerasan baru.

“Masalahnya bukan hanya pada anak sebagai korban, tetapi pada kesiapan orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan di tengah tekanan zaman,” pungkas Baba.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban
Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi
Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi
Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir
Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan
Terbentur Keterbatasan Anggaran Wisata, Legislatif Samarinda Dorong Terobosan Wisata Budaya di Desa Pampang
Bahas Raperda LPJ APBD 2025, DPRD Samarinda Kaji Utang, Piutang, dan Aset Pemkot
Investasi Terus Meroket, Celni Pita Sari Nilai Samarinda Kian Dilirik untuk Ekspansi Bisnis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:21 WIB

Ceceran Material Truk Bahayakan Pengendara, DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Aparat Lakukan Penertiban

Kamis, 3 September 2026 - 16:19 WIB

Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan, Ismail Latisi Minta Sekolah Pinggiran Samarinda Dibenahi

Kamis, 3 September 2026 - 16:17 WIB

Raperda Sempadan Sungai Rampung 95 Persen, DPRD Samarinda Jamin Hak-Hak Warga Terdampak Dilindungi

Rabu, 2 September 2026 - 16:15 WIB

Banjir Pengunjung Bikin Jalan Macet, DPRD Minta Aset Menganggur di Folder Air Hitam Disulap Jadi Lahan Parkir

Rabu, 2 September 2026 - 16:11 WIB

Masih Minim Jalan Mulus hingga Air Bersih, Elnatan Minta Pembangunan Daerah Selatan Samarinda Diperhatikan

Berita Terbaru