Kasus Dugaan Pelecehan Jadi Alarm, DPRD Kaltim Minta Seleksi Duta Budaya Dievaluasi Total

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan

Infonusa.co, Samarinda – Polemik yang mencuat akibat dugaan pelecehan seksual oleh mantan Duta Budaya Berau menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap proses seleksi figur publik yang membawa nama budaya daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai mekanisme pemilihan Duta Budaya perlu dikaji ulang secara menyeluruh, mulai dari kriteria, tahapan penilaian, hingga sistem pendampingan setelah penobatan.

“Ke depan, proses seleksi tidak boleh hanya menilai tampilan atau kemampuan seremonial. Aspek kepribadian, rekam jejak, dan integritas harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Menurut Agusriansyah, persoalan utama bukan terletak pada gelar Duta Budaya yang pernah disandang pelaku, melainkan pada tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan norma sosial. Ia menegaskan bahwa pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.

“Masalahnya bukan pada status atau gelarnya. Pelecehan seksual jelas bertentangan dengan nilai agama, moral, dan kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. Agusriansyah menilai keluarga memiliki peran besar dalam membangun nilai moral anak, mulai dari pola asuh, pengawasan pergaulan, hingga penanaman etika dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pembenahan sistem seleksi, ia menekankan bahwa proses hukum harus berjalan tegas dan transparan agar memberikan efek jera. Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

“Evaluasi harus dilakukan, baik pada sistem pemilihan figur publik maupun pada penguatan pendidikan karakter. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru