Infonusa.co, Samarinda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Raykat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Kamaruddin merespon perihal wacana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang akan memindahkan pasar Ramadhan, yang awalnya lokasi tersebut berada di Gor Segiri dan berpindah ke area folder Air Hitam.
Kamaruddin menganggap jika dengan adanya pasar Ramadhan di Gor Segiri tentunya akan mempermudah masyarakat dalam mengakses pasar ramadhan sehingga dapat melakukan proses jual beli menjelang buka puasa di bulan Ramadhan nantinya.
“Kalau kita lihat dari segi keramaiannya saya kira untuk lokasi di Stadion Segiri itu yang paling tepat, seperti pasar Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya” ujarnya.
Dirinya mengungkapkan, terkait wacana pemindahan tersebut perlu dipertimbangkan kembali, Sebab jika dilakukan proses pemindahan itu, tentunya pengunjung akan kesulitan dalam menjangkau karena lokasi akan cukup jauh dari kota.
“Kalau lokasi pasar Ramadhan pindah, jadinya masyarakat jauh lagi ke folder air hitam, terutama di persoalan jarak tempuhnya,” ungkap Kamaruddin.
Lebih lanjut, sambung Kamaruddin jika pada persoalan pemindahan tersebut perlu mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung karena adanya pengerjaan proyek revitalisasi Gor Segiri. Kamarudin sendiri mengirakan agar tidak perlu sampai dipindah, tetapi tinggal bagaimana solusi pemerintah untuk mengatur keamanan dan kenyamanan masyarakat di Gor Segiri.
“Matrial proyek yang keluar masuk itu diatur aja. Kan juga ada Dinas Perhubungan (Dishub) disitu untuk mengatur lalu lintasnya,” ucapnya dalam memberikan tanggapan terkait Pasar Ramadhan.
Akan tetapi, pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak jika Pemkot ingin melakukan pemindahan dalam melihat apakah akan ada banyak pengunjung jika di pindahkan, terlebih juga Pemerintah tidak mungkin asal mengambil kebijakan yang bersifat umum. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









