Isu Penggunaan Hak Angket, Subandi : DPR Dapat Menggunakan Hak Konstitusional

- Jurnalis

Selasa, 20 Februari 2024 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Subandi.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Subandi.

Infonusa.co, Samarinda – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Subandi menyampaikan tanggapannya terkait penggunaan hak angket dalam menyelidiki serta menangani dugaan pelanggaran dan kecurangan yang terjadi di Pemilu 2024.

Menurutnya, hak angket merupakan Hak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dimana dapat digunakan dalam mengkaji sebuah kebenaran suatu isu, seperti mencari tau apakah adanya kecurangan atau pelanggaran hukum yang mungkin dapat terjadi.

“Yang pasti hak angket itu adalah hak DPR itu boleh digunakan dan boleh tidak. Ketika DPR menganggap itu perlu karena memang banyak terjadinya bukti pelanggaran yang memungkinkan untuk digelarnya hak angket tersebut, maka DPR dapat menggunakan hak konstitusionalnya, ” ucap Subandi.

Dirinya menyampaikan dukungan terkait adanya penggunaan hak angket tersebut, ia menilai bahwa masyarakat saat ini ada kesan tidak puas dan kesan yang mengada-ada terkait pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) saat ini, sehingga dibutuhkannya hak angket dalam mencari kebenaran dari isu tersebut.

“Nantinya masyarakat dapat melihat ketika memang benar, harus ada pembenahan-pembenahan misalnya kalau yang dikatakan dalam tanda kutip curang oh ternyata ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan, dan kita bisa melihat dimana kecurangan tersebut terjadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, sambung H. Subandi  hal tersebut menunjukkan pentingnya menjalankan proses hukum secara transparan dan memastikan kebenaran dapat terpenuhi.

Diakhir ia menjelaskan bahwa dalam penggunaan hak angket ini juga merupakan hal yang baik untuk membuktikan kinerja pemerintah saat ini dalam penyelenggaraan Pilpres apakah sesuai aturan atau tidak.

“Sebenarnya ini merupakan sisi positif bagi pemerintah, kalau memang pemerintah sudah bekerja sesuai dengan aturan serta tidak ada kecurangan dan lain-lain . Dia bisa membukakan di saat itu juga dan masyarakat tidak ada lagi yang meraba-raba maupun suudzon,” tutupnya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru