Insiden Siswa SD Alami Patah Tulang, DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Kontrol di Lingkungan Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud

Infonusa.co, Samarinda – Insiden yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Samarinda hingga mengalami patah tulang menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur. Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm penting terkait lemahnya pengawasan di lingkungan pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud, menyebut kejadian itu tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak, bukan justru tempat terjadinya kekerasan yang luput dari pantauan.

“Ini terjadi di lingkungan sekolah, saat jam belajar. Seharusnya ada pengawasan. Tidak masuk akal jika kejadian serius seperti ini tidak terdeteksi sejak awal,” ujarnya.

Syahariah menilai, jika pengawasan berjalan optimal, konflik antarsiswa tidak akan berkembang hingga menyebabkan cedera berat. Ia menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan keamanan dan perilaku siswa selama berada di sekolah.

“Pengawasan itu bagian dari tanggung jawab pendidik. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tapi juga menjaga suasana dan keamanan anak-anak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pola kerja sebagian tenaga pendidik yang dinilai kurang maksimal dalam mendampingi siswa. Menurutnya, praktik mengajar tanpa pengawasan aktif dapat membuka celah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

“Kalau pengawasan longgar, risiko kejadian seperti ini akan terus berulang. Ini yang harus dibenahi,” ucapnya.

Komisi IV DPRD Kaltim memastikan kasus tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal. Evaluasi terhadap sistem pengawasan sekolah serta langkah pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan akan menjadi fokus pembahasan ke depan.

“Kita ingin sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” pungkas Syahariah. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen
DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak
Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan
DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim
Data Aset Pemkot Samarinda Masih Misterius, DPRD: Jangan Sampai Baru Ribut Pas Ada Sengketa Tanah!
Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta
Parkir Pembeli Meluber ke Jalan Juanda, DPRD Samarinda Ingatkan Pengusaha Wajib Siapkan Lahan Parkir
Godok Raperda TBC dan HIV/AIDS, DPRD Samarinda Siapkan Aturan untuk Libatkan Warga secara Masif
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:58 WIB

Aturan Guru Honorer Dihapus 2027 Picu Kekhawatiran, DPRD Samarinda Beberkan Hasil Klarifikasi ke Kemendikdasmen

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemkot Tunda Revitalisasi Pasar Segiri: Banjir Lebih Mendesak

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:55 WIB

Dua Lokasi Rampung, DPRD Minta Koperasi Merah Putih Samarinda Dikelola Profesional dan Transparan

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:53 WIB

DPRD Samarinda: Putusan MK Soal Jakarta Tidak Menghambat Pemindahan IKN ke Kaltim

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:49 WIB

Siswa Gagal Masuk Negeri Terancam Putus Sekolah, DPRD Minta Pemkot Samarinda Subsidi SPP Swasta

Berita Terbaru