Infrastruktur Pengendali Air Dinilai Tak Relevan, DPRD Kaltim Dorong Penanganan Banjir Terintegrasi

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud

Infonusa.co, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menilai persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah Kaltim menunjukkan bahwa pola penanganan yang selama ini diterapkan belum menyentuh akar masalah.

Menurutnya, banjir tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan musiman biasa, melainkan indikator kegagalan sistem pengendalian air yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan wilayah dan perubahan iklim.

“Sebagian besar infrastruktur pengendali air yang kita miliki dibangun dengan kondisi lama. Sekarang situasinya sudah berbeda, intensitas hujan meningkat dan kawasan terbangun semakin luas,” ujarnya.

Hasanuddin—yang akrab disapa Hamas—menilai banyak fasilitas seperti saluran drainase, kolam retensi, hingga pintu air sudah tidak lagi mampu menampung debit air secara optimal. Akibatnya, setiap hujan lebat langsung memicu genangan bahkan banjir di berbagai titik.

Ia mencontohkan pengelolaan pintu air yang sering kali berada dalam posisi dilematis. Saat ditutup, air meluap ke permukiman. Namun ketika dibuka, air sungai yang pasang justru masuk dan menyebabkan banjir di lokasi lain.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa sistemnya sudah tidak sinkron. Bukan sekadar diperbaiki, tapi memang perlu dibangun ulang dengan perhitungan yang matang,” tegasnya.

Hamas menilai langkah-langkah yang selama ini dilakukan pemerintah masih bersifat parsial dan sektoral. Penanganan yang hanya fokus di satu titik tanpa melihat keterkaitan hulu dan hilir justru berpotensi memindahkan masalah ke wilayah lain.

“Banjir itu satu sistem. Kalau hulu tidak dibenahi, hilir pasti kena dampaknya. Jadi pendekatannya harus menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat. Tanpa perencanaan terpadu, menurutnya, upaya pengendalian banjir akan terus berjalan sendiri-sendiri.

“Semua harus duduk bersama, menyusun satu strategi besar. Kalau tidak, banjir akan terus menjadi masalah tahunan,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa Kaltim membutuhkan kebijakan besar dan berkelanjutan dalam pengendalian banjir, bukan solusi jangka pendek yang hanya bersifat tambal sulam.

“Sudah waktunya mengambil langkah komprehensif agar masyarakat tidak terus menjadi korban setiap musim hujan,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru