Harga Beras Melonjak di Mahulu, DPRD Kaltim Dorong Percepatan Subsidi Ongkos Angkut

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel.

Infonusa.co, Samarinda – Persoalan tingginya harga beras dan kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel. Menurutnya, masalah tersebut erat kaitannya dengan keterbatasan jalur transportasi yang masih mengandalkan Sungai Mahakam.

Ekti menuturkan, kondisi geografis Mahulu membuat akses logistik sangat tergantung pada jalur air, khususnya rute Long Bagun hingga Long Apari. Saat musim kemarau, aliran sungai kerap terhambat karena permukaan air menurun dan batuan riam, seperti di Riam Udang, Riam Halo, hingga Riam Panjang, bermunculan ke permukaan.

“Sekitar 90 persen pergerakan barang masih mengandalkan sungai. Begitu debit air turun, ongkos angkut naik karena perjalanan jadi sulit. Akhirnya harga barang, termasuk beras, ikut melambung,” terang Ekti usai menghadiri agenda DPRD Kaltim, Senin (28/07/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten sebenarnya telah menyiapkan program subsidi biaya distribusi bahan pokok. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih menunggu proses pengesahan anggaran perubahan APBD.

“Saya sudah berkoordinasi dengan DPRD Mahulu. Subsidi itu sudah dialokasikan, tinggal menunggu pengesahan. Proses administrasi harus dipercepat supaya beban masyarakat bisa segera berkurang,” ujarnya.

Selain jalur air, Ekti menyinggung jalan darat sepanjang 250 kilometer dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai hingga Long Apari yang semestinya dapat dijadikan alternatif. Sayangnya, proyek ini belum optimal dan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Pemerintah provinsi sudah berupaya mencari jalan keluar. Untuk saat ini, subsidi masih jadi opsi tercepat, meskipun jangka panjangnya kita tetap butuh pembangunan jalan darat yang serius. Sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten mutlak diperlukan,” jelasnya.

Ekti berharap kolaborasi antar-pemerintah bisa semakin kuat agar distribusi kebutuhan pokok di Mahulu menjadi lebih lancar, sehingga harga barang dapat terjangkau oleh masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat Mahulu terus terbebani. Mereka berhak mendapatkan harga yang adil dan akses distribusi yang layak,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027
Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027
Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda
Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027
Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​
Kabel Hilang Akibatkan Jembatan Gelap, DPRD Samarinda Dorong Perbaikan LPJU Achmad Amins Masuk APBD Perubahan
Laporan Kekerasan Anak Turun Drastis, Sri Puji Minta Pemkot Tetap Waspada Fenomena Gunung Es
Cegah Intrusi Air Laut, Helmi Abdullah Minta Warga Bijak Gunakan Air dan PDAM Jaga Produksi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Dukung Layanan Digital dan WiFi Gratis, Suparno Minta Anggaran Diskominfo Ditambah pada 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Jumlah Kendaraan Tembus 1 Juta Lampaui Populasi Warga, DPRD Samarinda Desak Transportasi Massal Hadir 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Iswandi Dorong 59 Koperasi Merah Putih Kelola Distribusi LPG 3 Kg dan Tak Saingi UMKM di Samarinda

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Banggar DPRD Samarinda Yakin PAD Dapat Mencapai 1,5 Triliun di Tahun 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Anggaran Berasal dari Pusat, Anhar Pastikan Sekolah Rakyat Tetap dalam Pengawasan ​

Berita Terbaru