Hamas Dukung Inisiatif Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Sawit, Menuju Ekonomi Sirkular

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud.

Infonusa.co, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini mulai merintis arah baru dalam pembangunan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini terabaikan.

Limbah kelapa sawit, yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan, kini mulai diolah menjadi pakan alternatif bagi ternak sapi sehingga membuka jalan menuju ekosistem ekonomi sirkular di sektor peternakan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, melihat inisiatif tersebut sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan daging sapi dari luar daerah.

Menurutnya, inovasi itu bukan hanya menjawab tantangan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat basis industri lokal berbasis potensi daerah.

“Kita ini daerah penghasil sawit. Selama ini limbahnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, bisa diolah jadi pakan ternak dan menekan biaya produksi peternakan,” ujarnya.

Hamas, sapaan akrabnya, menilai dengan pengelolaan yang tepat, limbah sawit seperti bungkil inti sawit dan tandan kosong bisa menjadi bahan pakan yang bernilai ekonomi tinggi. Ini bukan hanya membantu peternak, tapi juga memberikan nilai tambah bagi para petani sawit di Kaltim.

Lebih jauh, politisi Partai Golkar itu menekankan bahwa pendekatan ini bukan sekadar substitusi pakan, tapi bagian dari transformasi ekonomi daerah.

“Kita dorong supaya limbah pertanian dan perkebunan bisa masuk ke siklus produksi lain. Jadi, tidak ada yang benar-benar terbuang. Inilah yang kita sebut ekonomi sirkular,” tuturnya.

Diakhir, dalam pernyataannya, Hamas tunjukan optimismenya dalam insiatif yang diambil untuk Kaltim. Dirinya yakin Kaltim dapat menjadi wilayah yang miliki peternakan mandiri yang sustainable serta dapat memperluas ekonomi lokal dengan standar lingkungan.(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman
Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus
DPRD Samarinda ajak Mahasiswa Tak Sekadar Kritik, Tapi Ikut Kawal Kebijakan Daerah
DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK
DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan
Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah
DPRD Samarinda Minta OPD Jangan Malu Curhat Soal Minimnya Anggaran dan Fasilitas Pelayanan
Sampah Menumpuk Bukan Melulu Soal Kinerja, DPRD Samarinda Minta Evaluasi Total Armada DLH
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:39 WIB

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Permanen, DPRD Pastikan Layanan Kesehatan Warga dan Nasib Nakes Aman

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:38 WIB

Sektor Wisata Alam Samarinda Mati Suri, DPRD Desak Pemkot Garap Serius Gunung Steling hingga Sungai Karang Mumus

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:35 WIB

DPRD Samarinda Desak OPD Segera Tindak Perusahaan Peraih Rapor Merah Lingkungan dari KLHK

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:33 WIB

DPRD Samarinda Minta Pemerintah Bina Relawan Lalu Lintas: Beri ID Card Resmi dan Jaminan Kesehatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:31 WIB

Zonasi Kerap Diabaikan, DPRD Samarinda Sebut Pola Pikir ‘Sekolah Favorit’ Masih Sulit Diubah

Berita Terbaru