Hamas Ajak Kawal PSU Bersama, Sebagai Koreksi Demokrasi Yang Serius

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Saat Hadiri Rakor Forkopimda Kaltim. (ist)

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Saat Hadiri Rakor Forkopimda Kaltim. (ist)

Infonusa.co, IKN – Sorotan tajam dilemparkan Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, dalam Rapat Koordinasi Forkopimda yang digelar di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (16/4/2025). Di tengah perbincangan soal kesiapan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di dua kabupaten yakni Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu, dirinya menyebut PSU sebagai  koreksi demokrasi yang patut disikapi serius.

Rakor yang dipimpin Gubernur Kalimantan Timur ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Provinsi, serta unsur Forkopimda lainnya.

Di Kukar, salah satu pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan. Sementara di Mahakam Ulu, MK menemukan dugaan kuat adanya kontrak politik yang mengarah pada praktik vote buying.

“Realita politik ini seharusnya jadi bahan refleksi. PSU bukan sekadar pengulangan teknis, tapi cerminan bahwa ada yang perlu dibenahi dalam demokrasi kita,” ungkap Ketua DPRD Kaltim dalam forum tersebut.

Lebih jauh, dirinya mengupas tiga dampak langsung dari PSU, stagnasi kebijakan karena kepala daerah definitif belum terbentuk, pemborosan anggaran karena dana pembangunan tergerus untuk pembiayaan PSU dan terganggunya pelayanan publik serta pelaksanaan proyek strategis.

“Ini bukan hanya masalah politik, tapi menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ketika kebijakan tertunda, pembangunan juga melambat,” tegasnya.

Hamas sapaan akrabnya, tidak menutup-nutupi akar permasalahan. Dirinya mengungkapkan bahwa PSU juga dipicu oleh lemahnya sistem penyelenggaraan pemilu, seleksi KPPS yang tak berbasis merit, rendahnya kapasitas teknis dan integritas penyelenggara, lemahnya pengawasan, hingga praktik politik uang yang tak tersentuh hukum.

Sebagai jalan keluar, dirinya menyodorkan empat solusi strategis yaitu evaluasi menyeluruh terhadap Pemilu 2024, penguatan pengawasan dan penegakan hukum, edukasi politik yang menyentuh akar rumput, serta pengawalan ketat terhadap PSU agar tetap berada dalam koridor demokrasi.

“Kita harus pastikan PSU bukan sekadar formalitas, tapi momentum pembenahan. Demokrasi yang sehat harus dikawal, bukan dibiarkan tumbuh liar,” tandasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru