Infonusa.co, Samarinda – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, dr. Sri Puji Astuti menerangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Samarinda menjadi persoalan utama dalam menyokong Ibu Kota Nusantara (IKN) di pulau Kalimantan.
Dirinya menyampaikan, Samarinda sebagai salah satu daerah penyokong IKN haruslah siap dengan persaingan dalam setiap lini yang ada, pasalnya saja perusahaan besar di Kalimantan Timur, pekerja dari Kota Samarinda cukup tertinggal persoalan kualitas.
“Samarinda ini kan sebagai mitra IKN, memang kita harus siap apapun itu kita harus siap, bahkan kenyataannya sekarang saja semua perusahaan terkemuka di Kalimantan Timur kita kalah juang” ungkap Puji, Pada Jumat (8/32024).
Lanjutnya, sistem perekrutan sekarang berdasarkan kompetensi tiap individu dalam hal ini pekerja kota Samarinda masih tertinggal. Setidaknya untuk diterima sebagai pekerja yang tidak memegang kekuasaan, persentase kemungkinannya terbilang kecil.
“Sekarang ini sistem perekrutan berdasarkan kompetensi, kebutuhannya kita bisa memenuhi atau tidak, paling tidak hanya sebagai pekerja biasa, maksudnya pekerja – pekerja yang tidak memegang kekuasaan” jelasnya.
Lebih lanjut, Puji mengungkapkan bahwa keterbatasan Badan Sertifikasi Daerah di Kalimantan Timur juga menjadi faktor penting seperti biaya akomodasi yang diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi pekerjaan tidaklah kecil, pasalnya harus datang ke daerah – daerah tertentu contohnya Sulawesi dan Jawa.
“Karena kita belum punya badan sertifikasi daerah, kita punya sekolah tinggi ilmu pelayaran, namun untuk pengambilan sertifikasinya itu di pulau Jawa atau pulau Sulawesi” ujarnya.
Saat ini, Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) juga telah berupaya dalam memberikan pelatihan kerja walaupun hanya 30 hingga 80 orang saja yang diterima setiap semesternya. Bukan hanya kepada mahasiswa saja tetapi juga membuka pelatihan terhadap anak anak yang masih duduk di bangku SMK di Kota Samarinda.
Puji juga menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah pemerintah Kota Samarinda yang harus di selesaikan demi menunjang semangat dan daya juang SDM yang ada, agar dapat bersaing dengan lulusan dari daerah-daerah luar Samarinda.
“Apalagi sekarang dengan perkembangan teknologi, seperti teknik informatika itukan semua dibutuhkan tapi tidak semuanya. Karena kita masih kalah oleh lulusan dari luar daerah, ini yang masih menjadi PR kita untuk bagaimana anak-anak kita lulusan disini bisa siap bekerja” tegasnya.
Akhir Puji, jika kreativitas masyarakat kita kurang maka entrepreneur kita juga kurang. Perlu adanya lagi peningkatan dari diri kita untuk menambah semangat serta melepas belenggu kemalasan untuk menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)









