Guncangan Pasar Ekspor Batu Bara Tak Berdampak Langsung ke Kaltim, DPRD Fokus Genjot Pajak Daerah

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur.

Infonusa.co, Samarinda — Wacana pengurangan pembelian batu bara Indonesia oleh dua negara besar, China dan India, belakangan ini memunculkan kekhawatiran terhadap prospek ekspor nasional. Meski begitu, kondisi ini dinilai tidak memberikan dampak signifikan bagi Kalimantan Timur (Kaltim).

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, menegaskan bahwa struktur penerimaan daerah tidak bergantung langsung pada volume ekspor batu bara. Menurutnya, Kaltim hanya menerima bagian dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, sementara sebagian besar keuntungan dari ekspor berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Ekspor batu bara itu tidak serta-merta memengaruhi keuangan daerah. Kaltim tidak mengelola langsung hasilnya,” jelas Guntur.

Ia menambahkan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pertambangan masih didominasi oleh kontribusi pajak alat berat, yang digunakan oleh perusahaan tambang dalam aktivitas operasionalnya.

“Yang benar-benar masuk ke kas daerah ya dari sektor-sektor seperti pajak alat berat. Dan itu yang saat ini sedang kami dorong,” imbuhnya.

Komisi II DPRD Kaltim saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut, guna mengidentifikasi potensi PAD yang belum tergarap optimal. Guntur menyebutkan, potensi pajak dari alat berat sangat besar, mengingat jumlah perusahaan yang mencapai ratusan.

“Kalau ada 800 perusahaan dan masing-masing punya lima alat berat saja, bisa dibayangkan berapa potensi yang bisa digarap,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran akan pemangkasan ekspor yang berdampak pada sektor ketenagakerjaan, Guntur menyebut belum ada indikasi penurunan signifikan jumlah pekerja di lapangan. Namun, ia tetap meminta seluruh pihak mewaspadai dinamika pasar global.

“Belum ada gejala pengurangan tenaga kerja. Tapi kita harus tetap antisipasi, jangan sampai industri goyah dan berdampak ke pekerja,” katanya.

Guntur juga menyampaikan bahwa kebutuhan energi nasional, khususnya untuk pembangkit listrik berbasis batu bara, masih memberikan ruang permintaan domestik yang cukup besar.

“Batu bara masih jadi bahan bakar utama PLTU. Banyak pembangkit yang sudah beralih dari diesel ke batu bara atau bahkan gas dari batu bara,” pungkasnya.

Dengan fokus pada peningkatan pajak daerah dan ketahanan permintaan dalam negeri, Guntur optimistis Kaltim tetap bisa menjaga stabilitas fiskal, meski dinamika ekspor global terus berubah.
(San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB