Geram Melihat Sulitnya Penyaluran BBM, La Ode Nasir Ingin Kehadiran Badan Usaha Swata

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir. (Ist)

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir. (Ist)

Infonusa.co, Samarinda –  Antrean panjang di SPBU, keluhan pengemudi yang kesulitan mendapatkan BBM pada malam hari, hingga kekhawatiran masyarakat saat jam-jam sibuk kini menjadi pemandangan umum di Balikpapan.

Persoalan krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) ini akhirnya menarik perhatian serius dari kalangan legislatif Kalimantan Timur. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaimantan Timur (Kaltim), La Ode Nasir, menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh hambatan teknis distribusi.

Menurutnya, akar masalah justru terletak pada minimnya kehadiran badan usaha yang bertanggung jawab atas penyaluran BBM di wilayah Balikpapan. Dirinya, menegaskan ketergantungan pada satu penyedia layanan BBM telah menciptakan ketimpangan distribusi dan menimbulkan ketidakpastian pasokan bagi masyarakat.

Dalam menekan permasalahan yang terus melanda Balikpapan, La Ode mendorong pemerintah daerah badan usaha swasta seperti Shell, Vivo Energy, BP-AKR, hingga ExxonMobil. Hal ini dilakukan agar bisa menciptakan iklim persaingan sehat pemasok BBM di Balikpapan.

“Persaingan sehat akan mendorong kualitas layanan. Kita tidak bisa terus bergantung pada satu operator,” jelasnya.

La Ode menyoroti minimnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam di Balikpapan. Padahal dengan jumlah penduduk yang melimpah dan aktivitas yang tak pernah berhenti di Kota Minyak ini seharusnya kehadiran SPBU 24 Jam juga harus seimbang

“Sejauh ini hanya ada beberapa SPBU yang buka 24 jam. Ini jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” sesalnya

Maka dari itu, La Ode juga mendorong pemerintah daerah untuk segera membenahi sistem perizinan pendirian SPBU baru yang selama ini dinilai terlalu rumit dan memakan waktu. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru