Gelar RDP, Komisi IV DPRD Kaltim Bahas Daya Tanpung PPDB Sekolah Bersama Disdikbud Kaltim

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba.

Infonusa.co, Samarinda – Dalam nenghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam hal ini Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, H. Baba, berlangsung dinamis dengan fokus utama pada permasalahan klasik yang terus berulang setiap tahun, yakni ketimpangan daya tampung sekolah, terutama di Kota Balikpapan dan Samarinda.

H. Baba menyampaikan bahwa RDP ini digelar untuk menyelaraskan langkah strategis antara DPRD dan Disdikbud, agar pelaksanaan PPDB mendatang dapat berjalan lebih tertib, adil, dan merata.

“Setiap tahun, terutama di Balikpapan dan Samarinda, PPDB selalu menimbulkan polemik. Karena itu, kita ingin mengetahui mana pembangunan yang akan masuk di 2025 dan mana yang akan dilanjutkan di 2026, agar ada kesinambungan dalam mengatasi persoalan ini,” ucap H. Baba, Senin (21/4/2025).

Pihaknya mengungkapkan bahwa di Balikpapan, daya tampung sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 51 persen dari total calon peserta didik. Bahkan, disebutnya, masih terdapat kecamatan seperti Balikpapan Tengah yang belum memiliki SMA atau SMK sama sekali.

“Ini bukan soal kualitas, tetapi memang jumlah sekolahnya yang kurang. Oleh karena itu, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Balikpapan telah direncanakan,” ihwalnya.

Sementara di Samarinda, permasalahan justru terletak pada preferensi masyarakat yang cenderung hanya ingin menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah unggulan tertentu, meski secara umum daya tampung sekolah sudah mencukupi.

“Padahal kapasitasnya cukup, tapi karena belum ada pemerataan mutu pendidikan, masyarakat berbondong-bondong ke sekolah favorit. Jika kualitas sekolah merata, tentu distribusi siswa juga akan lebih seimbang,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, H. Baba juga menyinggung soal keterlibatan pesantren dalam sistem pendidikan daerah. Meskipun berada di bawah naungan Kementerian Agama, menurutnya pesantren tetap menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.

“Pesantren juga berkontribusi dalam mendidik generasi muda. Selama mereka melayani masyarakat Kaltim, kita harus turut memikirkan kebutuhannya,” pungkasnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru