Fuad Sebut Gubernur Kaltim Siap Bangun Kembali RSI di Samarinda

- Jurnalis

Selasa, 8 April 2025 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Anggota Komisi IV
DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin.

Infonusa.co, Samarinda – Niat baik kali ini datang dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang menyatakan akan membangun kembali Rumah Sakit Islam (RSI) yang terkihat sudah tidak beroperasi sejak lama. RSI tersebut bertempat di Jalan Gurami, Sungai Dama, Samarinda.

Keterangan tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Fuad Fakhruddin. Dirinya melihat Gubernur saat ini memiliki semangat untuk kembali memastikan bahwa RSI tersebht dapat dilegalkan segera.

“Jadi beliau antusias memastikan bahwa
bagaimana secara hukum, legalnya Rumah Sakit Islam ini bisa hidup kembali,”  terangnya.

Fuad sapaan akrabnya, mengatakan bahwa RSI pernah mengalami kemacetan total akibat sengketa lahan antara yayasan dan Pemerintah Provinsi Kaltim, namun kini kasus tersebut telah selesai.

Diketahui, operasional RSI ditutup karena adanya konflik antara Yayasan Rumah Sakit Islam (Yasri) dengan Gubernur Awang Faroek lIshak. Bermula dari terbitnya SK Gubernur Kaltim pada 25 Juli 2016. Dalam SK tersebut, RSI yang menggunakan bangunan pemprov, pengelolaannya menjadi di bawah manajemen RSUD AVW Sjahranie yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kaltim.

Pemprov Kaltim dan Yarsi kemudian melakukan Memorandum of Understanding (MoU) pada 3 Agustus 2016. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama RSUD AW Sjahranie Rahim Dinata Majidi dan Ketua Yasri Samarinda Ramli Yahya.

Gubernur Awang Faroek menyebutkan aset pemprov yang dipinjampakaikan kepada RSI berupa lahan seluas 18.687 meter persegi senilai Rp103,5 miliar dan bangunan lama dengan luas tanah 4.237 meter persegi senilai Rp 4,97 miliar. Pemprov juga membantu pembangunan gedung baru yang memakan waktu delapan tahun dengan total nilai Rp131,74 miliar.

Beberapa hari setelah MoU diteken, papan nama RSI berganti menjadi RSUD Islam Klas C AW Sjahranie. Pengurus Yarsi menolak dengan alasan belum ada Surat Perjanjian Kerja Bersama (SPKB). Sementara MoU disebut Pemprov sudah mencakup itu. Gejolak berlanjut hingga berujung tidak diperpanjangnya izin
operasional rumah sakit ini.

“Nah beliau merasa bahwa inilah yang selama ini menjadi pertanyaan besar masyarakat sehingga beliau mau merealisasikan RSl yang merupakan ikon Samarinda khususnya bisa bangkit lagi,” bebernya.

Lebih lanjut kata Fuad, terkait target pengoperasian, dirinya mengatakan yang jelas dalam beberapa hari ini Gubernur Rudy Mas’ud sudah intens memerintahkan timnya berkonsultasi dengan yayasan.

“Saya kira beliau mampu, secara pribadi pun beliau mampu. Kalaupun nanti terhalang anggaran pemerintah tidak sanggup, secara pribadi beliau mampu karena kan swasta juga itu dan DPRD mendukung karena memang salah satu rumah sakit yang dulu menjadi favorit. Masa cuma RS Dirgahayu yang bisa besar. Islam harus lah,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 
Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis
Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal
Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat
Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong
Banjir Berulang Disorot, DPRD Kaltim Minta AMDAL Perusahaan Dievaluasi Menyeluruh
Safari Natal Ekti Imanuel di Kubar, Pesan Kerukunan Jadi Penekanan
Manfaat SDA Dinikmati Bersama, DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi CSR Perusahaan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:24 WIB

KOHATI Samarinda Bersinergi dengan Komisi III DPRD dan DLH Kota Samarinda Bahas Isu Lingkungan Kota Samarinda 

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:03 WIB

Hasanuddin Nilai Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Tetap Demokratis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:49 WIB

Potensi Perikanan Kaltim Dinilai Besar, Guntur Dorong Pengelolaan Lebih Optimal

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:44 WIB

Sarkowi Nilai Penegakan Hukum Belum Optimal Tanpa Dukungan Kesadaran Masyarakat

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:38 WIB

Jangkau Wilayah Terpencil, Budianto Bulang Bawa Pesan Pancasila ke Long Nyelong

Berita Terbaru