Empat Siswa di Samarinda Diduga Alami Pelecehan Seksual, Damayanti Angkat Bicara

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti.

Infonusa.co, Samarinda – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa empat murid di salah satu sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Samarinda oleh oknum pembina pramuka menuai keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, angkat bicara dan menyebut peristiwa ini sebagai tamparan bagi dunia pendidikan.

“Ini peristiwa yang sangat mengecewakan. Pramuka adalah sebuah organisasi pendidikan karakter, tempat anak-anak kita dididik soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan toleransi. Ketika justru terjadi pelecehan oleh seorang pembina, ini mencoreng nilai-nilai luhur yang diusung gerakan Pramuka,” ujar Damayanti saat dimintai tanggapan.

Damayanti menegaskan bahwa kasus tersebut tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, hingga organisasi tempat anak-anak ini bernaung. Jangan sampai lingkungan yang seharusnya aman justru menjadi tempat mereka mengalami trauma,” tegasnya.

Tim reaksi cepat perlindungan perempuan dan anak disebut telah mulai mengawal kasus ini, meskipun prosesnya masih terkendala minimnya bukti. Meski demikian, Damayanti menekankan bahwa bentuk pelecehan bukan hanya fisik, tetapi juga verbal.

“Kadang hal-hal yang dianggap sepele, seperti siul-siul, itu juga bentuk pelecehan. Ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa kita perlu menciptakan ruang aman bagi anak,” imbuhnya.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya di Komisi IV akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menjadikannya catatan penting dalam upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

“Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan justru tempat anak-anak kehilangan rasa percaya dirinya akibat pelecehan,” tutupnya. (San/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB