DPRD Samarinda Beri Dukungan Terkait Rencana Walikota Soal Durasi Belajar di Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)

Infonusa.co, Samarinda – Jam belajar di sekolah saat ini rata – rata memiliki durasi yang sangat panjang, sehingga dirasa tidak efisien untuk para pelajar. Maka dari itu Walikota Wali Kota Samarinda, Andi Harun memiliki rencana untuk meninjau ulang terkait durasi jam belajar di sekolah, dan hal tersebut mendapat respon berupa dukungan dari berbagai pihak.

Salah satu respon itu datang dari Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, yang menyatakan dukungan positifnya terhadap langkah Wali Kota tersebut.

Menurutnya, jam belajar yang terlalu panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental siswa, khususnya di tingkat sekolah dasar.

“Orang dewasa saja bisa merasa jenuh jika bekerja terlalu lama, apalagi anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Novan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan hak bermain bagi anak. Dirinya menyebut masa kanak-kanak adalah fase penting yang tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga waktu untuk beristirahat dan bermain.

Novan menilai bahwa anak-anak tidak seharusnya belajar terus-menerus dari pagi hingga sore tanpa waktu bermain.

Dirinya juga mendorong adanya kajian mendalam yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan. Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar yang jelas dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan siswa.

“Jika hasil kajian menunjukkan jam belajar yang terlalu panjang dapat berdampak buruk pada psikis anak, maka perlu adanya langkah konkret untuk mengatur ulang jam tersebut,” ujar Novan.

Sebagai solusi, Novan mengusulkan agar waktu bermain atau kegiatan santai dimasukkan ke dalam jadwal belajar di sekolah guna mendukung keseimbangan perkembangan anak. (Ikhsan/Adv)

Berita Terkait

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium
Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang
Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur
Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat
Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran
Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Jasno Yakin Mampu Memicu Pusat Ekonomi Baru di Samarinda
Fisik Rampung Tinggal Tunggu Izin Operasional, DPRD Optimis Terowongan Pertama Samarinda Siap Digunakan
Sedot Anggaran Rp468,5 Miliar dan Kios Sepi, DPRD Samarinda Soroti Revitalisasi Pasar Pagi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:05 WIB

Air Eks Tambang Diwacanakan Jadi Air Baku, DPRD PPU Minta Uji Laboratorium

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

Penataan Pasar Pagi dan Pasar Subuh Harus Berkeadilan, DPRD Samarinda Minta Pemkot Hormati Hak Pedagang

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Novan Minta Orang Tua Perketat Pendampingan Digital Penggunaan Gadget di Kalanagan Anak yang Kian Menjamur

Senin, 7 September 2026 - 17:01 WIB

Atur Pedagang Kaki Lima hingga Parkir Liar, DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 16:59 WIB

Evaluasi DP2KB, DPRD Samarinda Tekankan Penanganan Stunting Tak Cukup Hanya Serap Anggaran

Berita Terbaru