DPRD PPU Soroti Silpa Besar, Berjanji Perketat Pengawasan Anggaran

- Jurnalis

Jumat, 4 Oktober 2024 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada tahun lalu mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU). Anggota DPRD PPU, Syahrudin M Noor, mengungkapkan bahwa besarnya Silpa tersebut mencerminkan perlunya perbaikan kinerja pengelolaan anggaran oleh pemerintah daerah.

DPRD merasa berkewajiban untuk mengawasi agar kejadian serupa tidak terulang pada tahun-tahun berikutnya, mengingat besarnya Silpa merupakan indikator ketidakefisienan dalam penyerapan anggaran.

“Kalau melihat dari tahun lalu, silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) kita cukup lumayan besar,” ungkap Syahrudin dalam keterangannya.

Ia menyebut bahwa Silpa yang besar tidak hanya menunjukkan adanya anggaran yang tidak terserap dengan baik, tetapi juga mengindikasikan kurang optimalnya pelaksanaan program-program yang sudah direncanakan.

Menurut Syahrudin, hal ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait, baik eksekutif maupun legislatif, untuk meningkatkan kinerja anggaran ke depan.

Lebih lanjut, Syahrudin menegaskan bahwa DPRD memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif dan efisien.

Sebagai lembaga pengawas, DPRD harus terlibat aktif dalam mengawasi jalannya pelaksanaan anggaran agar serapan anggaran dapat maksimal, sehingga tidak ada lagi anggaran yang tersisa dalam jumlah besar pada akhir tahun.

“Itu menjadi cerminan dan koreksi bagi kita. Karena kami hadir di DPR ini tentu bagian dari tugas fungsi kami adalah mengawasi,” katanya.

Menurut Syahrudin, salah satu penyebab terjadinya Silpa yang besar adalah keterlambatan dalam pelaksanaan program-program yang sudah direncanakan.

Keterlambatan ini, lanjutnya, sering kali disebabkan oleh kendala teknis atau administrasi, seperti proses lelang yang memakan waktu lama atau kurangnya koordinasi antara dinas terkait.

Hal-hal ini, menurutnya, harus diantisipasi sejak awal agar pelaksanaan program bisa berjalan sesuai jadwal dan anggaran bisa terserap secara maksimal. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru