Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi inflasi (ist)

Ilustrasi inflasi (ist)

Infonusa.co,PPU – Laju harga kebutuhan masyarakat di Kalimantan Timur bergerak bervariasi pada Oktober 2025. Kota Balikpapan tercatat mengalami inflasi ringan sebesar 0,03 persen (month-to-month/mtm), sementara Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru mencatat deflasi cukup dalam yakni 0,48 persen (mtm). Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Indonesia (BI) Balikpapan.

Di Balikpapan, inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,26 persen (mtm). Lima komoditas utama yang memberi dorongan inflasi ialah emas perhiasan, air kemasan, semangka, kangkung, dan jeruk. Kenaikan harga emas mengikuti tren global, sementara air kemasan terdorong biaya distribusi akibat antrean solar kendaraan operasional. Untuk komoditas pangan, semangka dan kangkung naik karena pasokan terbatas saat curah hujan tinggi, sedangkan jeruk terdampak menurunnya pasokan lokal maupun impor.

Secara kumulatif, inflasi Balikpapan berada pada level terkendali: 1,37 persen (year-to-date/ytd) dan 1,81 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dari inflasi nasional 2,86 persen (yoy) serta masih dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen ± 1 persen.

Sebaliknya, Kabupaten PPU menikmati penurunan harga sejumlah komoditas pangan sehingga mendorong deflasi 0,48 persen (mtm). Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil deflasi 0,68 persen (mtm). Komoditas yang menekan harga ialah ikan tongkol, ikan layang, tomat, cabai rawit, dan bawang merah. Melimpahnya hasil tangkapan nelayan serta musim panen di berbagai sentra produksi menjadi faktor utama penurunan harga.

Meski deflasi cukup kuat, PPU tetap mencatat inflasi tahunan 2,47 persen (yoy), lebih rendah dari nasional namun sedikit lebih tinggi dibanding gabungan empat kota di Kalimantan Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut fluktuasi komoditas masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu stabilitas daya beli. Optimisme konsumen bahkan meningkat, terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 119,3 pada Oktober, naik dari 118,3 pada September. Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari transaksi digital QRIS yang tumbuh signifikan, yakni 150,31 persen (yoy) di Balikpapan dan 160,34 persen (yoy) di PPU.

BI Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui pemantauan harga, sidak pasar, perluasan kerja sama antar wilayah, hingga gelar pangan murah secara rutin. “Kami terus bersinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) agar inflasi daerah tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5 persen ± 1 persen,” ujar Robi Ariadi. (aw/adv/dprdppu)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB