DPRD PPU Soroti Lambannya Fasilitas Pengairan, Petani Terpaksa Alihfungsikan Lahan ke Sawit

- Jurnalis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Lambannya penyediaan fasilitas pengairan oleh pemerintah daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Anggota DPRD PPU, Ishaq Rahman, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini memaksa masyarakat untuk mengalihfungsikan lahan pertanian mereka menjadi perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyalahkan masyarakat atas perubahan fungsi lahan tersebut karena kegagalan pemerintah dalam menyediakan solusi tepat waktu.

“Masyarakat yang mengalihfungsikan lahan karena memang kita sendiri lamban memberikan mereka fasilitas,” ujar Ishaq Rahman saat ditemui di Kantor DPRD PPU.

Ishaq menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat. Ia menilai pemerintah harus introspeksi dan tidak mencari kambing hitam atas ketidakmampuannya dalam menyediakan fasilitas pengairan yang memadai.

“Jangan hanya mencari-cari alasan untuk menyalahkan orang lain dong,” tegasnya.

Menurut Ishaq, solusi seharusnya datang dari pemerintah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur pengairan.

Ketiadaan fasilitas tersebut membuat petani kesulitan dalam mengelola lahan pertanian mereka, sehingga beralih ke komoditas yang lebih menguntungkan dan tidak terlalu bergantung pada irigasi, seperti kelapa sawit.

“Solusinya dari kita, kalau pengairannya nggak jelas, mereka kesulitan mendapat air. Jadi, jangan hanya menyalahkan masyarakat,” pungkasnya. ADV/IB

Berita Terkait

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar
DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan
Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi
DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen
Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan
DPRD PPU Soroti Pengawasan Dapur MBG, Keamanan Makanan Jadi Perhatian
Karhutla dan Kemarau Tekan PPU, DPRD Dorong Embung untuk Selamatkan Pertanian
CT Scan Sudah Ada, DPRD PPU Dorong SDM dan Perawatan Alat Diperkuat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:51 WIB

Fiskal PPU Tertekan, Ketua DPRD Minta APBD Fokus pada Kebutuhan Dasar

Rabu, 16 September 2026 - 21:49 WIB

DPRD PPU: Kopdes Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak, Tapi Pengelola Harus Transparan

Selasa, 15 September 2026 - 21:47 WIB

Beras PPU Banyak Keluar Daerah, DPRD Soroti Rantai Distribusi

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

DPRD PPU Soroti Serapan Gabah, Petani Jangan Dibebani Persoalan Pascapanen

Senin, 14 September 2026 - 21:43 WIB

Pejabat Baru PPU Diminta Tak Sekadar Isi Jabatan, PR Lama Harus Diselesaikan

Berita Terbaru

Foto: Kepala Bidang Aset BPKAD Kukar, Bagus Eko Sampurno.

Pemkab Kukar

Sebanyak 101 Kendaraan Rusak Berat di Kukar Masuk Proses Lelang

Kamis, 15 Okt 2026 - 17:21 WIB