DPRD PPU Siap Awasi Ketat Proyek Infrastruktur dan APBD 2025 Setelah Pembentukan AKD

- Jurnalis

Minggu, 15 September 2024 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infonusa.co, Penajam Paser Utara – Setelah terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Raup Muin, menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan meningkatkan pengawasan terhadap berbagai proyek dan anggaran yang dijalankan pemerintah.

Fokus pengawasan akan mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pelabuhan, hingga pasar, dengan tujuan memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 digunakan tepat sasaran dan infrastruktur yang dibangun memberikan hasil nyata.

“Ya, pemerintah harus melakukan monitoring langsung, terutama setelah AKD (Alat Kelengkapan Dewan) terbentuk,” kata Raup.

Dengan terbentuknya AKD, ia menilai DPRD kini memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menjalankan fungsinya dalam melakukan pengawasan. Hal ini sangat penting, mengingat banyak proyek pembangunan yang tengah berjalan di PPU yang membutuhkan pengawasan ketat agar hasilnya sesuai dengan rencana.

Raup menekankan bahwa pengawasan ini tidak hanya terbatas pada proyek-proyek kecil, tetapi juga mencakup infrastruktur penting seperti PDAM, pelabuhan, dan pasar.

“Kami akan melakukan pengawasan mulai dari PDAM, pelabuhan, hingga pasar,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, proyek-proyek di sektor-sektor ini sering kali menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait kualitas layanan dan pembangunan yang kadang tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Menurut Raup, salah satu perhatian utama DPRD adalah memastikan bahwa APBD 2025 digunakan secara efektif dan efisien.

“Dalam proses pembahasan APBD 2025, kami berharap semuanya tepat sasaran,” ujarnya.

Penggunaan anggaran yang tepat akan menjadi prioritas utama DPRD, terutama karena APBD merupakan instrumen penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di PPU.

Salah satu kekhawatiran Raup adalah potensi terjadinya proyek infrastruktur yang tidak memberikan hasil nyata, meski anggaran sudah dikeluarkan.

Ia menyoroti pentingnya memastikan bahwa setiap proyek yang dijalankan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar terlihat hasilnya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Infrastruktur juga perlu diperhatikan, tapi jangan sampai banyak proyek yang berjalan namun akhirnya tidak kelihatan hasilnya. Kami akan mengecek semuanya,” tutup Raup. ADV/IB

Berita Terkait

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU
PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN
Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 12:04 WIB

Penguatan Kapasitas Fiskal Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di PPU

Jumat, 7 November 2025 - 12:01 WIB

PPU Dorong Transformasi Tata Kelola Fiskal untuk Tingkatkan Efektivitas Pembangunan

Kamis, 6 November 2025 - 11:35 WIB

PPU Bahas Strategi PAD dan DBH untuk Perkuat Daya Saing sebagai Gerbang IKN

Jumat, 10 Oktober 2025 - 21:17 WIB

Syahruddin M Noor Ajak Pemuda PPU Jadi Generasi Bergerak dan Inovatif

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Balikpapan Catat Inflasi Ringan, PPU Alami Deflasi Akibat Melimpahnya Pasokan Pangan

Berita Terbaru