DPRD Kaltim Nilai Penolakan Pemangkasan Dana Daerah Sebagai Aspirasi Publik yang Wajar

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Infonusa.co, Samarinda – Gelombang penolakan terhadap rencana pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat mendapat perhatian dari DPRD Kalimantan Timur. Salah satunya datang dari aksi yang dilakukan kelompok masyarakat Fraksi Kaltim.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyatakan bahwa penyampaian pendapat tersebut merupakan bagian dari hak masyarakat dalam sistem demokrasi dan tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan.

“Selama disampaikan dengan cara yang benar, aspirasi seperti ini justru menunjukkan kepedulian terhadap masa depan daerah,” kata Firnadi.

Ia mengungkapkan bahwa kekhawatiran masyarakat sejalan dengan sikap pemerintah daerah dan DPRD. Menurutnya, Pemprov Kaltim telah lebih dulu menyampaikan keberatan secara resmi kepada pemerintah pusat melalui pertemuan langsung dengan kementerian terkait.

Firnadi menilai, keterlibatan publik dalam menyuarakan penolakan justru memperkuat posisi daerah dalam memperjuangkan kepentingan fiskal Kalimantan Timur.

“Ketika masyarakat ikut bersuara, itu menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan ini memang berdampak luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemangkasan anggaran berpotensi mengganggu pelaksanaan pembangunan daerah. Dengan struktur APBD yang sebelumnya dirancang di kisaran Rp21 triliun, pengurangan hingga sekitar Rp6 triliun dapat memaksa pemerintah menunda atau bahkan membatalkan sejumlah program prioritas.

Meski mendukung penyampaian aspirasi, Firnadi tetap mengingatkan agar seluruh kegiatan unjuk rasa dilakukan secara tertib dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa DPRD bersama pemerintah daerah akan terus berupaya mencari solusi agar kebijakan fiskal dari pusat tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap kemampuan daerah.

“Kami berharap semua pihak tetap menjaga kondusivitas dan mempercayakan perjuangan ini melalui jalur yang ada,” pungkasnya. (Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Sekda Kukar, Sunggono.

Pemkab Kukar

Kukar Matangkan Lokasi Lomba dan Kontingen Jelang MTQ Kaltim

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:27 WIB