DPRD akan Konfirmasi  Kembali terkait Kendala Pengerjaan Terowongan

- Jurnalis

Sabtu, 20 April 2024 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Ikhsan/Infonusa.co)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Ikhsan/Infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Saat ini progres pengerjaan terowongan masih sesuai dengan apa yang di janjikan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga sudah memanggil pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam menjelaskan apa saja progres yang sudah terjalankan di terowongan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim menyampaikan terkait pengerjaan terowongan tersebut ternyata masih di luar ekspetasi pada saat sidak dan sudah mendapatkan informasi dari pihak kontraktornya pula.

“Cuman yang di luar ekspektasi kami itu adalah 2024 ini dari pihak kontrkator menjelaskan itu baru menembus, kan ini pekerjaan dari dua sisi kan. Ternyata penjelasan dari kontraktor itu selesainya itu bukan selesai operasional kan selesainya itu baru menembus, itu pun juga dengan catatan kalau tidak ada kendala teknis,” jelas Rohim.

Jadi hal tersebut lah yang masih menjadi catatan oleh pihak DPRD terkait proses pengerjaan terowongan tersebut yang ternyata target penyelesaian di tahun 2024 hanya sampai pada tahap tembusnya terowongan.

Selain persoalan tersebut, kendala kedua ternyata selama ini belum diberikan gambaran terkait rencana berikutnya, sebab ini baru sampai jalan tembusan tersebut.

Rohim juga menjelaskan, terkait jalan kakap yang akan menjadi tembusan, ternyata ada aset Pemerintah Provinsi disana. Dirinya anggap hal tersebut akan menjadi pengerjaan yang panjang lagi.

“Apa nanti pemprovnya kasi izin dan nanti desainnya seperti apa, nah ini nanti yang kita akan crosscheck (pemeriksaan ulang)  lagi ke PUPR atau Pemkotnya (Pemerinta Kota, red), apakah mereka sudah punya gambar besarnya belum atau jangan-jangan ini cuman selesai terowongan, sudah selesai,” tegasnya.

Rohim beberkan, ada suatu hal yang menarik ketika terowongan itu selesai, sebab pihaknya ternyata terjebak macet sesaat setelah melewati jembatan jalan Kakap.

“Jangan-jangan kemacetan ini justru pindah ke Kota, kalau Pemkot tidak punya skenario atau rekayasa. Jadi itu ada beberapa yang menjadi catatan kami, kami konfirmasi lagi ke pihak Pemkot,” katanya

Rohim pun simpulkan semua catatan dari sidak tersebut, mulai dari tidak sesuainya estimasi pengerjaan yang ternyata target selesainya hanya menembus, hingga persoalan apa skenario selanjutnya terkait operasional terowongan tersebut dan itu yang akan di konfiirmasi.

“Setelah jalan inteknya itu, apa skenario nyakarena kalau itu tidak ada maka tidak akan berfungsi. Dan kita juga punya kekhawatiran tadi yang di Jalan Alimudin tembus Jalan Mulawarman macetnya disitu,” tutupnya (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru