Distribusi Pupuk Subsidi Dinilai Bermasalah, Guntur Usul BUMDes Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur

Infonusa.co, Samarinda – Keluhan petani terkait sulitnya memperoleh pupuk subsidi kembali mencuat dan menjadi perhatian DPRD Kalimantan Timur. Komisi II menilai persoalan ini tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung pada produktivitas sektor pertanian.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Guntur, mengatakan bahwa persoalan pupuk subsidi kerap berulang setiap tahun, sementara pemerintah daerah memiliki ruang gerak terbatas dalam menyelesaikannya. Pasalnya, kebijakan dan mekanisme distribusi pupuk sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Petani sering mengadu ke daerah, padahal kewenangan utamanya bukan di provinsi. Ini yang membuat masalahnya seperti berputar di tempat,” ujarnya.

Meski demikian, Guntur menegaskan DPRD tidak tinggal diam. Komisi II, kata dia, akan mendorong koordinasi yang lebih intensif dengan kementerian terkait agar pengawasan distribusi pupuk subsidi bisa diperbaiki dan penyimpangan di lapangan diminimalkan.

Sebagai langkah alternatif, ia mengusulkan pelibatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi lokal sebagai bagian dari rantai distribusi pupuk. Menurutnya, lembaga desa memiliki kedekatan langsung dengan petani sehingga pendataan kebutuhan pupuk dapat dilakukan lebih akurat.

“BUMDes tahu persis siapa petaninya dan berapa kebutuhannya. Kalau dilibatkan, penyaluran bisa lebih tepat sasaran dan desa juga ikut mendapat manfaat ekonomi,” jelasnya.

Guntur juga menyoroti masih adanya indikasi pupuk subsidi yang tidak sampai ke tangan petani akibat lemahnya pengawasan. Padahal, bantuan tersebut seharusnya benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian rakyat.

Ia menekankan pentingnya transparansi data, pengawasan berkelanjutan, serta keterlibatan unsur lokal agar program pupuk subsidi tidak lagi menimbulkan persoalan di lapangan.

“Kalau tata kelolanya dibenahi, petani terbantu dan produksi pertanian kita juga bisa meningkat,” pungkasnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Pemkab Kukar Sinkronkan Data Penerima Insentif Pelayan Keagamaan untuk 2027
Pemulihan Korban Kebakaran Melayu Dikaji Sekaligus dengan Penataan Jalan
Dispar Kukar Dorong Memanda Kutai Perluas Panggung hingga Nasional
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Berita Terbaru

Foto: Rapat pembahasan persiapan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kukar. (Istimewa)

Advertorial

Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026

Senin, 12 Okt 2026 - 19:41 WIB