Infonusa.co, Samarinda – Di tengah euforia pesta olahraga, sering kali perhatian publik hanya tertuju pada podium juara dan raihan medali. Namun, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Sulaiman, mengingatkan bahwa olahraga masyarakat memiliki makna jauh lebih luas dari sekadar angka kemenangan.
“Olahraga bukan hanya soal podium atau trofi. Yang paling utama adalah bagaimana olahraga bisa mempertemukan berbagai kalangan dan menumbuhkan semangat persaudaraan,” ucapnya.
Semangat itu tercermin dalam gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) ke-8, di mana KORMI Kaltim mengusung slogan sederhana namun penuh makna: “Kalah menang tetap senang.” Menurut Sulaiman, slogan tersebut merepresentasikan wajah olahraga masyarakat yang inklusif, terbuka, dan penuh kebahagiaan.
“Kami ingin setiap peserta merasa terlibat dan senang, bukan terbebani target kemenangan. Fornas ini ajang silaturahmi, bukan semata kompetisi,” tegasnya.
Berbeda dengan PON yang menitikberatkan pada pencapaian prestasi, Fornas lebih menekankan olahraga berbasis komunitas, tradisional, dan rekreasi. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, semua bisa ambil bagian tanpa memandang latar belakang.
“Olahraga harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Bukan hanya menyehatkan jasmani, tapi juga menyegarkan pikiran dan mempererat kebersamaan,” lanjutnya.
Keberhasilan Kaltim meraih peringkat keempat nasional di Fornas 2025 disebutnya bukan semata kebanggaan, melainkan bukti bahwa masyarakat mampu bergerak bersama dalam suasana gembira.
“Yang terpenting bukan menang atau kalah, tapi semua bisa bergerak bersama. Itulah kekuatan olahraga masyarakat,” ujar Sulaiman.
Ia berharap perhatian pemerintah daerah maupun pusat tidak hanya tertuju pada olahraga prestasi, tetapi juga pada olahraga berbasis komunitas. Dukungan berupa event rutin, pembinaan komunitas, hingga penyediaan fasilitas dinilainya penting untuk memperluas partisipasi masyarakat. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









