Infonusa.co, Samarinda – Di tengah tantangan keterbatasan lahan dan efisiensi anggaran, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur memutuskan untuk tidak memprioritaskan pembangunan fasilitas olahraga baru.
Sebagai gantinya, Dispora memilih strategi optimalisasi dan perawatan fasilitas yang telah tersedia, khususnya di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Kadrie Oening, Samarinda.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pengelola Prasarana Olahraga Dispora Kaltim, Armen Arbianto. Ia menegaskan bahwa tidak ada agenda pembangunan baru dalam waktu dekat.
“Untuk rencana pembangunan fasilitas di Dispora Kaltim tidak ada,” kata Armen.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menjaga agar seluruh fasilitas tetap berfungsi optimal dan nyaman digunakan.
“Yang jelas kita hanya merawat serta mengoptimalkan fasilitas yang ada,” ujarnya. Perawatan yang dilakukan mencakup aspek fungsional dan estetika, dengan pembaruan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi dan kapasitas anggaran.
Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain penggantian toilet lama dari model duduk ke toilet jongkok, pengecatan ulang tembok yang kusam, serta penggantian lampu bohlam dengan lampu LED yang lebih hemat energi dan terang.
“Yang dulu tahun 2008 toiletnya duduk, sekarang jadi toilet picik. Catnya juga diperbarui, lampu kita ganti dengan LED,” jelasnya.
Armen menambahkan bahwa keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor utama tidak adanya pembangunan baru. Berbeda dengan kawasan olahraga seperti Palaran yang memiliki lahan luas, lingkungan GOR Kadrie Oening dinilai tidak memiliki ruang cukup untuk ekspansi.
“Mengingat lahan kita ini terbatas, tidak seperti Palaran,” ungkapnya.
Meski begitu, Dispora Kaltim tetap berkomitmen menyediakan sarana olahraga yang layak dan mendukung aktivitas masyarakat serta pembinaan atlet.
Strategi perawatan dan peningkatan fasilitas yang berkelanjutan diyakini mampu menjaga kualitas layanan tanpa harus mengandalkan pembangunan baru.
Dengan langkah ini, Dispora ingin memastikan bahwa masyarakat tetap mendapat akses terhadap fasilitas olahraga yang aman, bersih, dan fungsional. Perbaikan yang dilakukan secara konsisten juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan olahraga yang inspiratif bagi masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur secara luas. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









