Infonusa.co, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) dihadapkan pada tantangan besar untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu disampaikan oleh Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif pemuda dalam berbagai sektor, termasuk promosi daerah dan kepemimpinan nasional.
Menurut Rusmulyadi, hadirnya IKN merupakan sebuah anugerah besar yang seharusnya ditangkap sebagai peluang emas oleh para pemuda lokal. Dirinya menyoroti fenomena banyaknya influencer dari luar daerah yang kini mendominasi narasi media sosial seputar IKN.
“Jangan sampai banyak influencer luar yang mendominasi di IKN. Influencer dari Kalimantan Timur ke mana? Harusnya anak-anak muda Galtim yang tampil di sana,” tanyanya dengan tegas.
Rusmulyadi juga menekankan bahwa promosi tentang IKN seharusnya tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan promosi daerah-daerah di sekitarnya seperti Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, dan daerah lainnya.
“Kalau ke IKN, jangan ke IKN saja. Ke Balikpapan dong, ke Bontang dong, ke Kukar dong. Supaya daerah-daerah ini ikut terkenal,” tegasnya.
Lebih jauh, Rusmulyadi juga menyoroti masih minimnya representasi pemuda Kaltim dalam proyek strategis nasional seperti IKN. Hingga saat ini, ia baru mencatat satu orang pemuda asal Kaltim yang menjadi arsitek di proyek pembangunan IKN, pemuda yang juga menyandang gelar Pemuda Berprestasi Kaltim tahun 2024.
“Kita baru punya satu pemuda yang terlibat langsung sebagai arsitek di IKN. Lainnya ke mana? Makanya kita adakan pelatihan kepemimpinan ini agar muncul pemimpin-pemimpin muda dari Kalimantan Timur yang berani tampil di depan,” jelasnya.
Rusmulyadi juga menyampaikan keprihatinannya bahwa hingga kini belum ada tokoh asal Kalimantan Timur yang menduduki posisi strategis seperti menteri di kabinet nasional.
“Kita belum punya menteri dari Kaltim. Kalsel, tetangga kita, sudah punya beberapa. Masa kita enggak ada?” katanya.
Dirinya berharap pelatihan kepemimpinan yang digelar pihaknya tidak hanya membentuk pemimpin daerah, tetapi juga menanamkan pola pikir pemuda untuk menembus level nasional.
“Apalagi IKN ada di sini. Kita ini ibu kota negara. Harus berpikir besar dan berani ambil peran,” pungkasnya. (Ina/Adv/DisporaKaltim)









