Desa Batuah Terluka, Komisi III DPRD Kaltim Tegas Minta PT BSSR Bertanggung Jawab atas Longsor

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.

Infonusa.co, Samarinda – Suasana duka masih menyelimuti Dusun Tani Jaya, di Kilometer 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan. Beberapa waktu lalu, tanah tiba-tiba bergerak dan mengubur puluhan rumah dalam sekejap.

Longsor besar itu bukan hanya merusak hunian, tapi juga mengguncang kehidupan warga yang selama ini menggantungkan harapan pada tanah yang mereka pijak. Kini, tekanan publik dan desakan moral datang dari gedung parlemen daerah.

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) dengan tegas meminta pertanggungjawaban dari PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), perusahaan tambang yang diduga terkait dengan musibah ini. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Senin (02/06), para legislator menyuarakan tuntutan agar BSSR tidak lepas tangan atas kerusakan yang terjadi.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, dengan lantang menyuarakan bahwa PT BSSR harus bertanggung jawab penuh atas penanggulangaan darindampak yang diperbuat.

Dirinya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menyaksikan 29 rumah warga hancur tanpa kepastian pemulihan. “Kami minta PT BSSR bertanggung jawab. Warga sudah sangat dirugikan, dan ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Reza.

Sebelumnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim menyatakan bahwa longsor tersebut dipicu oleh faktor alam. Namun, pandangan ini tidak sejalan dengan penilaian masyarakat.

Menurut Reza, warga meyakini bahwa aktivitas tambang PT BSSR menjadi penyebab utama longsor yang terjadi. Aspirasi inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh DPRD.

“Masyarakat secara langsung menyampaikan bahwa mereka ingin ada peninjauan ke lokasi longsor. Mereka merasa aktivitas tambang menjadi faktor pemicu utama,” ungkap Reza.

Untuk memastikan akar permasalahan, Komisi III telah membentuk tim khusus. Tim ini akan melakukan kajian lapangan bersama Dinas ESDM Kaltim dan pihak terkait lainnya.

“Tujuannya adalah untuk mengungkap penyebab longsor sekaligus menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab,” tandasnya. (san/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Anggaran Sewa Mobil Dinas Rp160 Juta Sebulan Tuai Kritik, Komisi I DPRD Samarinda Agendakan Evaluasi Total
Yakob Desak Pemkot Samarinda Tingkatkan Keberpihakan pada Sanggar Seni
Apresiasi Prestasi Seni Suara, Celni Pita Sari Berkomitmen Jadi Donatur Rutin Tahunan Borneo Cantata
Pemenuhan Air Bersih Ditarget 2029, DPRD Samarinda Desak Perumdam Lakukan Akselerasi Lebih Cepat
Atasi Masalah Banjir Kota Tepian, Deni Hakim Anwar Desak Pemkot Bangun Sistem Drainase Terintegrasi
Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Menghangat, Iswandi Ingatkan Pemkot Jaga Iklim Investasi Daerah
DPRD Samarinda Panggil Disdikbud dan Desak Pembenahan Komunikasi Terkait Tersendatnya Intensif Guru 
Sempat Mandek, Komisi IV DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda Penanggulangan HIV-TB
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:20 WIB

Anggaran Sewa Mobil Dinas Rp160 Juta Sebulan Tuai Kritik, Komisi I DPRD Samarinda Agendakan Evaluasi Total

Senin, 25 Mei 2026 - 15:16 WIB

Yakob Desak Pemkot Samarinda Tingkatkan Keberpihakan pada Sanggar Seni

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:11 WIB

Apresiasi Prestasi Seni Suara, Celni Pita Sari Berkomitmen Jadi Donatur Rutin Tahunan Borneo Cantata

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:08 WIB

Pemenuhan Air Bersih Ditarget 2029, DPRD Samarinda Desak Perumdam Lakukan Akselerasi Lebih Cepat

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:58 WIB

Polemik Bagi Hasil Teras Samarinda Menghangat, Iswandi Ingatkan Pemkot Jaga Iklim Investasi Daerah

Berita Terbaru