Deni Minta Disnaker agar Seluruh Pegawai Mendapat THR Sesuai Surat Edaran

- Jurnalis

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat Disnaker Kota Samarinda Bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mengenai Pembayaran THR Keagamaan Tahun 2024 (Ikhsan/infonusa.co)

Rapat Dengar Pendapat Disnaker Kota Samarinda Bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mengenai Pembayaran THR Keagamaan Tahun 2024 (Ikhsan/infonusa.co)

Infonusa.co, Samarinda – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun 2024. RPD tersebut di gelar diruang rapat lantai 1 DPRD Kota Samarinda, pada Rabu 27 Maret 2024.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Disnaker Kota Samarinda telah mengeluarkan surat edaran nomor 568/164/100.04 tentang THR Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan pada 25 Maret 2024.

Di informasikan, surat edaran tersebut berisi tentang pembayaran THR yang dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disnaker Kota Samarinda, Wahyono Hadiputro.

Dirinya mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke perusahaan yang berada di Kota Samarinda bahwa pemberian THR harus dilakukan H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Dan untuk responnya ada beberapa perusahaan yang menyatakan bersedia dan sanggup untuk membayarkan, tapi kan ini masih proses kami akan selalu memonitor. Hari ini kami bicara soal perusahaan saja kalau honorer bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Di waktu yang sama, Deni Hakim Anwar yang juga Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengungkapkan pihaknya menanyakan ke Disnaker mengantisipasi adanya perusahaan yang mengalami keterlambatan dalam memberikan THR kepada pegawainya.

“Kami menanyakan potensi-potensi keterlambatan di perusahaan mana saja, di sektor mana saja. Pihak Disnaker menyampaikan kebanyakan memang sering terjadi terlambat yang memiliki banyak karyawan. Seperti perusahaan tambang retail,” ucapnya.

Deni meminta agar Dinsnaker Samarinda terus melakukan koordinasi dengan Komisi IV terkait perusahaan yang tepat maupun telat memberikan THR. Pihaknya juga ingin memastikan agar seluruh pekerja di Kota Samarinda menerima haknya.

“Kami bahkan siap kalau memang Disnaker mau melakukan sidak kami siap untuk mendampingi,” tegasnya

Dalam edaran tersebut bermaksud jika perusahaan telat atau tidak memberi THR kepada karyawannya, maka perusahaan mendapatkan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik
Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan
Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah
MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas
BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Dispar Kukar Seleksi Usulan Stimulus Ekonomi Kreatif Berdasarkan Kelayakan
Pemkab Kukar Minta Dukungan BNPB untuk Pemadaman Karhutla dari Udara
Pemkab Kukar Fasilitasi Pertunjukan Seni dan Budaya di Ruang Publik
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Kukar Usulkan PLTU Mulut Tambang ke Kementerian ESDM untuk Atasi Kendala Listrik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pemkab Kukar Siapkan Pembenahan Aturan untuk Dorong Inovasi Pelayanan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:30 WIB

Pemkab Kukar Bekali 200 Guru dengan Keterampilan Pemanfaatan AI di Sekolah

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:29 WIB

MGRM Bidik Setoran PAD Rp24 Miliar pada 2026, Bisnis Non-PI Mulai Diperluas

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BRIDA Kukar Catat 80 Usulan Inovasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Berita Terbaru