Deni Ingin Pelayanan Rumah Sakit Samarinda Bisa Lebih Inovatif

- Jurnalis

Rabu, 24 April 2024 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. 

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. 

Infonusa.co, Samarinda – Banyaknya keluhan warga saat ini terkait proses menunggu yang lama dari pihak rumah sakit dalam melakukan pelayanan sehingga warga yang ingin berobat harus menunggu 3 sampai 4 jam lamanya.

Melihat hal tersebut, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Deni mengatakan perlunya pihak Rumah Sakit (RS) memberikan inovasi dalam pelayanan dasar rumah sakit sehingga warga yang ingin berobat tidak menunggu lama.

“Mengenai pelayanan dasar Rumah Sakit terutama dalam masalah bpjs karena saya masih sering di infokan oleh masyarakat mereka masih menunggu lama, ketika melakukan konseling ataupun melakukan berobat di Rumah Sakit”, ujar Deni, pada Rabu (24/04/2024).

Dirinya melihat, dimana terkadang warga menunggu dari pagi sampai sore, sehingga pihaknya meminta Samarinda memiliki rumah sakit khusus yang berada di bawah naungan kota.

“Yang di bawah kota Samarinda ini kan Rumah Sakit Abdul Moeis saya minta mereka betul betul melakukan inovasi terhadap ini. Jangan sampai masyarakat datang menunggu lama, menunggu obat saja 3-4 jam,” jelasnya.

Lanjut Deni, dirinya membeberkan bahwasanya Ketua Dinas Kesehatan, Ismed menyatakan bahwa saat ini telah ada direktur yang baru di Rumah Sakit Abdul Moeis, yakni Dokter Oza yang dulunya adalah kabid.

Dari perbincangan Deni dengan kepala Dinkes, dirinya juga meminta adanya pemerhatian lebih terhadap intensif bagi para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bekerja di Rumah Sakit Abdul Moeis tersebut, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja dari pada nakes dalam melayani masyarakat.

“Saya sampaikan bahwa mungkin permasalahan insentif (penghasilan tambahan, red) yang harus di pangkas (potong, red) artinya apa kegiatan yang dilakukan saat ini baru di bayar 4 bulan kemudian, nah ini kan sangat jauh sekali”, tegasnya.

Akhir, Deni harap di Rumah Sakit Abdul Moeis, kalau bisa minimal atau maksimal 2 bulan jangan sampai lebih dalam pemberian intensif, agar nakes tersebut bekerja dengan semangat. (Ikhsan/ADV/DPRD Samarinda)

Berita Terkait

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan
Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar
Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas
Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan
Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai
Disketapang Kukar Evaluasi Ukuran Lantai Jemur Portable agar Sesuai Lahan Petani
Lahan Gambut Hulu Kukar Jadi Perhatian, BPBD Kaji Peluang Modifikasi Cuaca
Pemkab Kukar Koordinasikan Dukungan Lintas OPD untuk HSN 2026
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Anak Meninggal dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Koordinasikan Bantuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Marangkayu Disiapkan Jadi Alternatif Pengembangan Investasi Baru di Kukar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kredit Kukar Idaman Terbaik Ditargetkan Meluncur Tahun Ini, Skema Masih Dibahas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Dinsos Kukar Buka Kesempatan bagi Warga Lain Lewat Evaluasi Bantuan Permakanan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Disketapang Kukar Bidik 20 Kawasan untuk Perluasan Budidaya Sorgum dan Jelai

Berita Terbaru

Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Pemkab Kukar

Pemkab Kukar Lanjutkan GEMA sebagai Bagian Pembinaan Karakter ASN

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:01 WIB

Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.

Pemkab Kukar

DPMD Kukar Siapkan Aplikasi Bestari untuk Perkuat Basis Data RT

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:56 WIB