Demmu Peringatkan Pembukaan Lahan di Tahura Bukit Soeharto Bisa Rusak Kawasan Konservasi

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu

Infonusa.co, Samarinda – Aktivitas pembukaan lahan yang terlihat jelas dari ruas Jalan Poros Samarinda–Balikpapan memunculkan kekhawatiran serius terkait kelestarian lingkungan. Area yang diduga terdampak berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, yang selama ini berfungsi sebagai wilayah konservasi penting di Kalimantan Timur.

Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menilai aktivitas tersebut berpotensi menjadi ancaman besar terhadap keberlanjutan kawasan hutan lindung. Ia menegaskan bahwa Tahura memiliki status khusus yang semestinya terbebas dari kegiatan yang mengubah fungsi dan bentang alam.

“Sepanjang yang saya pahami, sebelum pengelolaannya berpindah ke OIKN, kawasan Tahura tidak boleh diterbitkan izin apa pun yang mengarah pada pemanfaatan lahan,” ujarnya.

Demmu mengungkapkan bahwa informasi yang ia terima mengarah pada dugaan pembukaan lahan untuk kepentingan perkebunan. Bahkan, sejumlah titik disebut telah dipetakan secara sistematis, menandakan adanya rencana pengelolaan dalam skala besar.

Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan tanda tanya besar terkait legalitas kegiatan di lapangan. Jika memang ada pihak yang mengklaim memiliki izin, pemerintah diminta segera melakukan penelusuran dan mengambil tindakan tegas.

“Kalau benar ada izin yang keluar, harus ditelusuri siapa yang mengeluarkan. Jangan sampai kawasan konservasi rusak karena pembiaran,” tegas politisi PAN itu.

Ia menekankan bahwa Tahura Bukit Soeharto diperuntukkan bagi pelestarian lingkungan, penelitian, pendidikan, serta pariwisata berbasis konservasi. Aktivitas yang bersifat eksploitasi, termasuk pembukaan kebun dalam skala luas, dinilainya bertentangan dengan fungsi kawasan.

“Pembukaan lahan besar-besaran di Tahura itu tidak dibenarkan. Tidak ada payung hukum yang membolehkan,” ujarnya.

Demmu juga menyoroti pentingnya pengawasan berkelanjutan dari pemerintah, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga pendekatan edukatif kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Menurutnya, perlindungan Tahura Bukit Soeharto akan lebih efektif jika diiringi dengan sosialisasi mengenai fungsi ekologis kawasan serta dampak jangka panjang dari kerusakan hutan.

“Menjaga Tahura tidak cukup dengan penertiban saja. Edukasi dan pengawasan harus berjalan beriringan,” tutupnya.

(Ina/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat
DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda
Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota
6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD
Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi
Banyak Kios Mangkrak, Ketua DPRD Desak Pemkot Samarinda Tertibkan Pemilik Lapak di Pasar Pagi ​
Atasi Kekerasan Seksual, Sri Puji Astuti Setuju Hukuman Kebiri untuk Pelaku Kejahatan Berat
Utang Pemkot Samarinda Mencapai Rp671 Miliar, DPRD Minta Kejelasan Pelunasan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Wacana Pengalihan Pengelolaan Guru ASN ke Pemerintah Pusat, DPRD Samarinda Beri Respon Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:49 WIB

DPRD Samarinda Gerak Cepat Dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika Untuk Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Dorong Perlindungan Pekerja, Sri Puji Astuti Soroti Pentingnya Surat Edaran Wali Kota

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:13 WIB

6.000 Anak di Samarinda Belum Bersekolah, Komisi IV DPRD Ungkap Dominasi Usia PAUD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Warga Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite Membuat SPBU Mengular, Novan Syahronie Desak Pertamina Cari Solusi

Berita Terbaru